PM Tunisia Chahed Umumkan Maju dalam Pemilihan Presiden

Sebuah file foto yang diambil pada 1 Mei 2019 menunjukkan Perdana Menteri Tunisia Youssef Chahed menyampaikan pidato, selama konferensi pers di akhir kongres dasar partai politik Tahya Tunis (Long Live Tunia). (Foto: Arab News)

Tunis, MINA – Perdana Menteri Tunisia Youssef Chahed mengumumkan pada Kamis (8/8), ia akan ikut dalam pemilihan presiden yang akan digelar bulan September mendatang.

“Saya telah berpikir keras dan memutuskan untuk mengedepankan posisi presiden republik ini,” katanya dalam pertemuan partai Tahya Tunis yang ia pimpin.

Perdana Menteri termuda Tunisia berusia 43 tahun ini kemungkinan menghadapi persaingan dari Abdelfattah Mourou dari Partai Ennahdha Islam moderat dan tokoh media kontroversial Nabil Karoui, demikian laporan ArabNews.

Awalnya Pemilihan umum di Tunisia dijadwalkan pada November, namun diajukan kembali jadi September setelah kematian Beji Caid Essebsi pada 25 Juli.

Chahed mengatakan dia ingin “memutuskan hubungan dengan sistem lama dan memberi harapan kepada semua warga Tunisia, termasuk kaum muda, bahwa mereka dapat mengambil posisi penting di negara itu.”

Baca Juga:  Jasad Presiden Iran Ditemukan, Operasi Pencarian Berakhir

Diluncurkan pada awal tahun, Partai Tahya Tunis yang didirikan Chahed telah menjadi partai terbesar kedua di parlemen setelah Ennahdha.

Tahya Tunis mengatakan pekan lalu lalu perdana menteri ini akan menjadi kandidat mereka untuk pemilihan presiden.

Chahed merupakan lulusan teknik pertanian memasuki politik setelah Revolusi Arab 2011 yang menggulingkan presiden otokratis Zine El Abidine Ben Ali.

Calon presiden memiliki waktu hingga Jumat ini untuk mendaftar pada pemilihan yang dijadwalkan digelar pada 15 September 2019. Lebih dari 50 orang telah mendaftarkan pencalonan mereka pada hari Kamis.

Mereka termasuk Abir Moussi, yang mengepalai sebuah kelompok yang dibentuk dari sisa-sisa partai yang berkuasa Ben Ali dan menyerukan agar kelompok Islam termasuk Ennahdha dikeluarkan dari pemilu.

Baca Juga:  Presiden Iran Dilaporkan Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Pada hari Kamis, seorang pengacara gay Mounir Baatour secara terbuka mengumumkan dia akan ikut dalam bursa pemilihan umum, kandidat yang pertama bagi dunia Arab.

Komisi pemilihan umum akan mengumumkan pada 31 Agustus kandidat mana yang akan diizinkan untuk mencalonkan diri dalam pemilu.(T/R01/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

http://www.arabnews.com/node/1537611/middle-east

Wartawan: Rana Setiawan

Editor: Ismet Rauf