PMI Distribusikan Logistik Lewat Jalur Udara di Daerah Terisolir Bogor

(Foto: Istimewa)

Bogor, MINA – Palang Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan bantuan logistik untuk korban banjir dan longsor pada Senin (6/1) melalui jalur udara dengan menggunakan helikopter di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Adapun bantuan yang disalurkan PMI berupa terpal, air mineral, popok bayi, tikar plastik, dan makanan siap saji. Desa Cileuksa merupakan salah satu desa yang terdampak longsor dikarenakan intensitas curah hujan yang terus-menerus dan berada di daerah dataran tinggi.

Melalui pantauan udara ditemukan puluhan titik longsor dan masih terdapat sisa-sisa banjir di daerah tersebut. Tidak hanya di Kabupaten Bogor, PMI juga akan menerjukan Helikopter ke wilayah yang terisolir lainnya seperti di Kabupten Lebak, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten.

Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menginstruksikan langsung usai rapat siang ini, PMI segera menurunkan kendaraan Haglund yang dapat beroperasi di segala medan, serta helikopter untuk membantu evakuasi dan mendistribusikan ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

“Bantuan haglund dan helicopter akan menambah dukungan dan memudahkan PMI untuk membantu masyarakat yang terkena banjir dan longsor,” katanya.

Rapat juga membicarakan capaian yang telah dilakukan PMI sejak terjadi banjir, yaitu bantuan evakuasi dengan perahu karet, distribusi makanan serta logistik, pelayanan kesehatan, dan dukungan psikososial.

Tahap selanjutnya, PMI memfokuskan pelayanan pada pemberian air bersih untuk masyarakat, hal tersebut guna membersihkan rumah mereka yang terkena kotoran dan lumpur akibat banjir.

PMI juga berencana melakukan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga yang terkena banjir.

Penyemprotan dilakukan untuk mengantisipasi kuman dan bakteri penyebab penyakit leptospirosis yang biasa muncul pasca banjir.

Menurut catatan PMI berbagai bantuan yang masih dibutuhkan warga terdampak banjir dan longsor antara lain tikar, tarpaulin, selimut, pakaian, pampers, pembalut dan makanan untuk bayi.

Terhitung hingga tanggal 5 Januari, PMI telah mendistribusikan bantuan berupa 400 peralatan kebutuhan keluarga, 1.250 peralatan kebersihan bagi individu, 400 alat-alat kebersihan, 400 paket perlengkapan bayi, 13 tangki air dan 550 selimut.

PMI juga memobilisasi 660 relawan dan menerjunkan 23 unit ambulans. (R/Mee/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)