polisi-israel-tangkap-300x169.jpg" alt="" width="785" height="442" /> Polisi Israel menempatkan seorang bocah Palestina di sebuah kota kecil di Kota Tua Yerusalem (Foto: File/AP/Mahmoud Illean).
Yerusalem, MINA – Polisi Israel menahan lebih dari 50 orang Palestina dalam sebuah serbuan berskala besar semalam di lingkungan Issawiyeh di Yerusalem Timur yang diduduki, kata sumber lokal dan polisi Israel pada hari Senin (23/10).
Pasukan khusus polisi Israel dan petugas intelijen menyerbu lingkungan tersebut pada tengah malam dan menggerebek sejumlah besar rumah sebelum menahan 50 orang, menurut Raed Abu Riyaleh, seorang aktivis lokal.
Dia mengatakan, sejumlah pasukan besar yang didukung oleh sebuah helikopter terbang di atas, menggerebek lingkungan tersebut setelah tengah malam dari semua pintu masuk dan masuk ke rumah-rumah yang menyebabkan kepanikan dan ketakutan di antara penduduk.
Mohammad Mahmoud, seorang pengacara dengan Pusat Informasi Wadi Hilweh yang mengkhususkan diri untuk membela anak di bawah umur mengatakan, sebagian besar dari mereka yang ditahan dibawa ke beberapa kantor polisi dan pusat interogasi di Yerusalem.
Baca Juga: Hari Anak Palestina: Israel Menarget Anak Palestina dengan Berbagai Cara
Dia mengatakan, dirinya telah mengunjungi sebagian besar dari mereka yang ditahan adalah remaja berusia antara 15 dan 18 tahun.
“Polisi menuduh mereka melempar batu ke sasaran Israel di lingkungan tersebut,” katanya.
Wafa yang dikutip MINA melaporkan, polisi Israel membenarkan serbuan tersebut dan mengatakan, 51 orang Palestina ditahan karena diduga terlibat dalam insiden pelemparan batu ke polisi Israel.
Sementara, warga sekitar baru-baru ini mengeluhkan tindakan brutal polisi Israel dan pelecehan terhadap siswa yang menyebabkan sejumlah dari mereka cedera. Bahkan ada warga yang harus menjalani operasi untuk mengangkat limpa setelah ditembak oleh peluru logam berlapis karet yang dilepaskan oleh polisi Israel.
Baca Juga: Pakar HAM: Hukum Internasional untuk Lindungi Anak-Anak Kini Tidak Berarti
Para orangtua meliburkan sekolah selama tiga hari pekan lalu untuk memprotes kebrutalan polisi secara berlebihan terhadap anak-anak mereka. (T/B05/P1 )
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Rabbi yang Tuduh Hamas Lakukan Pemerkosaan Ditangkap atas Pelecehan Anak