POLISI ISRAEL TAHAN LIMA MUSLIMAH SETELAH SHALAT DI AL-AQSHA

Pasukan khusus Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha tahun lalu. (Foto: Arsip)
Pasukan khusus Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha tahun lalu. (Foto: Arsip)

Al-Quds, 5 Jumadil Akhir 1436/25 Maret 2015 (MINA) – Polisi Israel menahan lima Muslimah Palestina di Kota Al-Quds saat mereka baru saja usai shalat di Masjid Al-Aqsha, Selasa (24/3).

Saksi mengatakan mengatakan kepada Ma’an News Agency sebagaimana dikutip Mi’raj Islamic News Ahgency (MINA), polisi Israel tiba-tiba menahan seorang wanita tua Selasa siang, sebelum menahan seorang puterinya dan tiga Muslimah lainnya.

Para wanita, yang semuanya berasal dari utara wilayah jajahan Israel, dibawa ke kantor polisi Beit Elyahu di Kota Tua Al-Quds untuk menjalani interogasi.

Saksi mata juga mengatakan, polisi Israel “sengaja memprovokasi warga di dalam komplek Al-Aqsha saat penyerbuan pemukim ilegal ekstrimis Yahudi.”

Juru bicara polisi Israel Micky Rosenfeld mengatakan, dia tidak tahu data perorangan yang ditahan di kawasan Al-Aqsha tersebut.

Sebelumnya, pasukan Israel pada Senin (23/3) menahan empat wanita Muslimah juga saat mereka meninggalkan komplek Masjid Al-Aqsha.

Keempat perempuan, salah satunya membawa anak bayinya, dibawa ke kantor polisi Rantai Gate. Dua perempuan kemudian dibebaskan, sementara dua lainnya, yang diidentifikasi bernama Ayeda Al-Sidawi dan Noura al-Sa’ou, ditahan.

Juga pada hari yang sama, pengadilan Israel memperpanjang penahanan Muhammad Nasir al-Deen selama tiga hari, setelah ia dituduh menyerang seorang pemukim ilegal Israel.

Jamaah Muslim Palestina secara rutin menghadapi pembatasan akses masuk menuju komplek Masjid Al-Aqsha, di mana Selasa kemarin menandai salah satu dari beberapa insiden yang dilaporkan terjadinya kasus penahanan sejak awal Maret.

Setelah pendudukan Israel di Al-Quds Timur pada tahun 1967, Israel telah mempertahankan kompromi dengan kepercayaan Islam yang mengontrol lingkungan Al-Aqsha untuk tidak mengizinkan ibadah non-Muslim di daerah itu.

Pasukan Israel secara rutin mengantar pengunjung Yahudi ke situs itu, bagaimanapun, menyebabkan ketegangan dengan jamaah muslim Palestina.

Kompleks Masjid Al-Aqsha, yang berada tepat di atas tembok Buraq (Yahudi mengklaim sebagai tembok Ratapan), tempat masjid Kubah Batu dan Al-Aqsha berada.

Situs paling suci ketiga dalam Islam, juga dihormati sebagai tempat yang paling suci bagi umat Yahudi, di mana orang-orang Yahudi percaya sinagog Pertama dan Kedua pernah berdiri. Kuil Kedua dihancurkan oleh bangsa Romawi pada tahun 70 Masehi. (T/R05/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0