Politikus dan Aktivis Perempuan India Tuntut Keadilan Bagi Muslimah yang Dibakar

Keluarga Gulnaz Khatoon melakukan protes menuntut keadilan bagi kematian putri mereka, November 2020. (Foto: Twitter)

New Delhi, MINA – Banyak pemimpin politik dan aktivis hak perempuan di India berkumpul untuk menuntut keadilan bagi seorang wanita Muslim, yang diduga dibakar sampai mati oleh seorang pria Hindu dan teman-temannya di distrik Vaishali, provinsi timur Bihar.

Gulnaz Khatoon (20) dibakar setelah terdakwa menuangkan minyak tanah ke tubuhnya di desa Rasoolpur pada 30 Oktober. Dia meninggal karena luka bakarnya pada Ahad (1/11), Al-Jazeera melaporkan, Kamis (19/11).

Keluarga wanita tersebut menuduh polisi menunda mengambil tindakan terhadap terdakwa, yang diidentifikasi bernama Satish Kumar Rai, Chandan, dan Vinod Rai.

Khatoon dibawa ke rumah sakit setempat dengan 75 persen luka bakar. Dia kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Patna Medical College, rumah sakit terbesar di provinsi itu, tempat dia meninggal.

Keluarganya mengatakan, Khatoon bertunangan dengan pria lain dan upacara pernikahan dijadwalkan akan diadakan dalam empat bulan.

Satish Kumar Rai telah melecehkan Khatoon untuk memaksa menikah dengannya, kata keluarga korban. Wanita tersebut menolak untuk melakukan pernikahan beda agama dengan Rai. Marah atas penolakannya, Rai dan teman-temannya membunuhnya, kata keluarga itu.

Laporan media mengatakan, Khatoon dibakar ketika dia keluar untuk membuang sampah.

Menurut keterangan video korban sebelum kematiannya, dia ditangkap oleh tiga orang laki-laki yang semuanya warga desa Rasoolpur dan mereka menganiayanya.

Ketika dia melawan dan mengancam akan memberi tahu ibunya tentang kesalahan mereka, orang-orang yang marah itu menuangkan minyak tanah padanya.

Pernyataan itu menyebutkan secara spesifik bahwa Rai yang menuangkan minyak tanah dan membakarnya.

Inspektur Polisi Distrik (SP) Vaishali Gaurav Mangla mengatakan, para tersangka melarikan diri dan tiga tim polisi telah dibentuk untuk menangkap mereka.

Kepala kantor polisi setempat telah diskors karena kelalaian dalam kasus tersebut.(T/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)