Politisi dan Serikat Buruh Yordania Menentang Normalisasi dengan Israel

Amman, MINA – Politisi Arab dan serikat buruh menekankan penentangannya terhadap upaya normalisasi diplomatik negara-negara Arab dengan Israel.

Mereka mengatakan pada simposium politik virtual bertema “Peran partai dan lembaga masyarakat sipil dalam menentang normalisasi”, yang diselenggarakan oleh Front Aksi Islam di Yordania, pada Sabtu malam (27/6). Quds Press melaporkan.

Aziz Hanawi, Sekretaris Jenderal Pemantau Penentang Normalisasi, mengatakan, prinsip dalam hubungan dengan pendudukan adalah untuk menghadapinya, bukan untuk mempraktikkan normalisasi dengannya.

Dia menekankan, posisi rakyat berkomitmen untuk mendukung perlawanan terhadap pendudukan.

“Kita tetap harus waspada dalam menghadapi rencana normalisasi, mengingat adanya keterlibatan oknum rezim Arab dalam mempromosikan normalisasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran partai, serikat pekerja dan lembaga masyarakat sipil, dalam memobilisasi masyarakat untuk melawan normalisasi, memperkuat solidaritas internasional terhadap masalah Palestina, mendukung upaya-upaya untuk memboikot Israel, dan mengungkap kejahatan pendudukan dan menuntut para pemimpinnya secara legal.

Pada kesempatan sama, Salem Al-Falahat, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kemitraan dan Keselamatan Yordania, mengatakan bahwa “ada hal yang lebih berbahaya daripada normalisasi dengan pendudukan, yaitu tentang pengusiran penduduk Palestina dari tanah mereka, dalam bencana Palestina baru, aneksasi.”

“Partai-partai politik di negara-negara Arab harus menjadikan prioritas mereka dan menampilkan diri dalam bentuk menolak kesombongan Zionis, dan menganggap pendudukan sebagai musuh abadi.”

Sementara itu, Abdullah Obaidat, mantan Asosiasi Insinyur Yordania menekankan bahwa “asosiasi profesional di Yordania selalu proaktif dalam menentang normalisasi dengan pendudukan.”

Ia meminta serikat pekerja profesional dan partai-partai untuk menyatukan barisan mereka dan mempertahankan peran historis mereka dalam melawan musuh Zionis Israel. (T/RS2/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)