Pompeo: Kematian Khashoggi Terus Diselidiki

Tel Aviv, MINA –  Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo  menyatakan Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan terus menyelidiki kematian jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi, yang merupakan penulis kolom di suratkabar The Washington Post.

Pernyataan Pompeo, Senin (11/2), ini menanggapi  kritik atas penyelidikan pembunuhan tersebut setelah Presiden AS Donald Trump gagal memenuhi tenggat waktu yang diamanatkan secara hukum, tgl. 8/2, untuk menyerahkan laporan kepada Kongres tentang siapa yang bertanggung jawab atas pembunuhan Khashoggi.

“Amerika tidak menutup-nutupi pembunuhan,” kata Pompeo. Ia berjanji AS akan mengambil tindakan untuk memastikan mereka yang bertanggung jawab atas kematian Khashoggi, demikian The New Arab melaporkan yang dikutip MINA.

Pada 8 Februari yang lalu adalah batas waktu untuk menyerahkan laporan mengenai pembunuhan Khashoggi ke Kongres.

Pompeo mengatakan telah memberi keterangan kepada Kongres tetapi ia tidak mengungkapkan rincian keterangannya itu lebih lanjut.

Kegagalan Pemerintahan Trump  menyerahkan laporannya tentang pembunuhan Khashoggi ke Kongres, pada 8 Pebruari, telah  memicu kemarahan di antara anggota parlemen.

Hanya sehari sebelumnya, New York Times melaporkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, secara luas dianggap terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Ia pernah mengatakan tahun 2017 akan “menggunakan peluru” pada Khashoggi. (T/Gun/P1)

 

 

Mi’raj News Agency (MINA)