Prancis Ratakan Kamp Pengungsi dengan Buldoser

Sebuah Bulldozer Hancurkan Tempat Penampungan (29 Februari 2016) di kamp pengungsi dikota pelabuhan utara Perancis Calais (Foto : Press TV)
Sebuah Bulldozer Hancurkan Tempat Penampungan (29 Februari 2016) di kamp pengungsi dikota Calais, Perancis (Foto : Press TV)

Paris, 23 Jumadil Awal 1437/1 Maret 2016 (MINA) – Pemerintah Prancis telah mulai membongkar kamp pengungsi yang berjuluki ‘Jungle’, di pinggiran kota pelabuhan utara negara itu di Calais, dengan menggunakan buldoser.

Menurut laporan setempat, dua buldoser dan sekitar 20 pekerja pada hari Senin (29/2) mulai menghancurkan gubuk-gubuk sementara, dengan dibantu 30 mobil polisi dan dua mobil van anti huru-hara di tempat tersebut.

“Kami hanya melakukan tugas kami, sampai para pengungsi meninggalkan kamp, dan kami akan melanjutkan pekerjaan pagi ini,” kata Fabienne Buccio, seorang pejabat tinggi di wilayah Calais, Perancis.

Baca Juga:  Irlandia akan Akui Negara Palestina Akhir Mei Mendatang

Dia menambahkan, tiga perempat dari gubuk di bagian selatan dari kamp itu telah dievakuasi sebelum memaksa para pengungsi untuk meninggalkannya.

Langkah ini menyebabkan bentrokan antara polisi dan para pengungsi. Satu orang ditangkap karena mencoba untuk menghentikan pembongkaran.

Sumber setempat mengatakan, polisi menembakkan gas air mata kepada pengungsi yang terus melempari petugas dengan batu.

Kamp pengungsi kumuh di kota pelabuhan Calais, Perancis utara, dihuni sekitar 3.000 pengungsi dan pencari suaka yang berkumpul dengan harapan mencapai Inggris.

Sementara Inggris sendiri menekan Perancis untuk membendung aliran pengungsi melewati negaranya.

Pada Januari, Buccio mengumumkan rencana untuk memindahkan para pengungsi dengan mobil kontainer untuk dipindahkan ke tempat lain di seluruh Prancis.

Baca Juga:  Slovenia Dukung Surat Penangkapan ICC Terhadap Pejabat Israel

Delapan asosiasi yang bekerja di kamp, ​​termasuk Dokter Dunia, telah memperingatkan bahwa akomodasi alternatif tidak sama dengan tempat tinggal sementara yang layak bagi para pengungsi. Para pengungsi umumnya karena melarikan diri dari konflik pertumpahan darah yang didukung asing di Suriah dan Irak.

Sekitar 6.000 pengungsi saat ini tinggal di dalam dan sekitar Calais.

Eropa secara umum sedang menghadapi masuknya para pengungsi yang belum pernah terjadi sebelumnya, melarikan diri dari zona yang sarat dengan konflik di Afrika dan Timur Tengah, khususnya Suriah. (T/P002/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

Wartawan: kurnia

Editor: Ali Farkhan Tsani