Prancis: Saatnya Tiba untuk Tingkatkan Tekanan di Lebanon

Paris, MINA – Pemerintah Prancis mengatakan, “waktunya telah tiba” untuk meningkatkan tekanan internasional pada faksi-faksi politik di Lebanon yang terpecah untuk membentuk pemerintahan yang layak bagi negara yang dilanda krisis itu.

“Solusi untuk mengakhiri krisis Lebanon membutuhkan pembentukan pemerintah yang kompeten, yang siap untuk bekerja secara serius dan untuk kebaikan bersama dalam melaksanakan reformasi yang diakui semua orang,” kata Kementerian Luar Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan.Nahar Net melaporkan, Senin (29/3).

“Setelah tujuh bulan gagal membentuk pemerintah, waktunya telah tiba untuk meningkatkan tekanan,” demikian dinyatakan.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian telah berbicara dengan Presiden Lebanon Michel Aoun, Ketua Parlemen Nabih Berri dan Perdana Menteri yang ditunjuk Saad Hariri, setelah mereka kembali gagal memecahkan kebuntuan politik.

“Dia mengingatkan mereka bahwa semua partai politik Lebanon memikul semua tanggung jawab atas kebuntuan ini,” kata kementerian itu.

Perekonomian Lebanon sedang runtuh. Parlemen pada Senin (29/3) menyetujui paket pendanaan darurat hanya untuk menyalakan lampu setelah salah satu pembangkit listrik terbesar di negara itu kehabisan bahan bakar.

Lebih dari separuh penduduk hidup dalam kemiskinan, menurut PBB. Sementara protes berkobar lagi bulan ini oleh penduduk yang muak dengan elit penguasa yang dikecam tidak efisien dan korup.

Le Drian juga meminta rekan-rekan Eropa untuk bergabung dalam menekan Lebanon.

Tahun lalu Presiden Prancis Emmanuel Macron mengusulkan peta jalan untuk memecahkan kebuntuan politik di bekas protektorat Prancis itu. Macron telah mendesak politisi Lebanon untuk membentuk Kabinet yang terdiri dari para spesialis non-partisan yang dapat bekerja pada reformasi mendesak, untuk mengeluarkan Lebanon dari krisis keuangan yang diperburuk oleh ledakan 4 Agustus yang menghancurkan sebagian besar kota Beirut.

Namun, upaya-upaya itu tidak menghasilkan apa-apa karena para politisi Lebanon terus bertengkar tentang bentuk dan ukuran Kabinet baru, sementara negara itu terperosok dalam krisis ekonomi terburuk dalam sejarah modernnya, situasi diperburuk oleh pembatasan pandemi. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)