PRESIDEN AJAK SEMUA LEMBAGA NEGARA BANGUN KEKOMPAKAN

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. (Foto: Rana/MINA)
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. (Foto: Rana/MINA)

Jakarta, 29 Syawwal 1436/14 Agustus 2015 (MINA) – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengajak semua lembaga negara untuk bersatu guna memajukan bangsa Indonesia.

“Melalui forum ini, terbuka ruang bagi saya mengajak lembaga-lembaga negara untuk membangun kekompakan demi memperkuat sistem pemerintahan presidensial,” kata Joko Widodo saat menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara dalam pidato kenegaraan pertamanya di hadapan seluruh anggota MPR, DPR dan DPD pada Sidang Tahunan MPR RI 2015, di Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Jum’at (14/8).

Jokowi mengatakan, kekompakan lembaga-lembaga negara sangat diperlukan dalam perjuangan untuk mewujudkan janji kemerdekaan sebagaimana termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Saat ini kita sedang perang, tapi bukan perang fisik seperti saat jaman¬† dulu, akan tetapi perang untuk memenangi perdamaian, memenangi kesejahteraan dan kehidupan rakyat bahagia,” kata Joko Widodo.

Ia menambahkan, kesejahteraan rakyat dapat terwujud kalau seluruh elemen dalam negara dan kesatuan Republik Indonesia khususnya lembaga-lembaga negara, dapat bersatupadu dan tidak terjebak pada ego masing-masing.

“Secara bersama-sama kita perkuat kedaulatan politik, kemandirian ekonomi dan kepribadian kita,” ujar Jokowi.

Menurutnya, melihat modal sosial dan modal ekonomi yang dimiliki, Indonesia mempunyai peluang terbuka lebar untuk menjadi negara yang lebih sejahtera.

“Penduduk Indonesia yang besar dan kreatif, masyarakat muslim yang moderat dan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-16 di dunia dengan pendapatan PDB sekitar 10.000 Triliun Rupiah,” kata Jokowi menegaskan.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tiba di Gedung MPR/DPR Senayan, Jakarta Selatan, Jumat pagi, dengan menggunakan mobil dinas Mercedes Benz masing-masing berplat nomor Indonesia 1 dan Indonesia 2.

Pidato kenegaraan tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan Presiden Joko Widodo yang sejak Oktober tahun lalu saat menjadi kepala negara ketujuh sejak RI merdeka tanggal 17 Agustus 1945.

Presiden juga dijadwalkankan menyampaikan pidatokenegaraannya pada Sidang Bersama Anggota DPR-DPD Tahun 2015.

Kemudian, Presiden Joko Widodo juga akan menyampaikan pengantar terkait Rancangan Undang-undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2016.

Hadir dalam acara tersebut BJ. Habibie, Presiden Republik Indonesia ke-3, Megawati Soekarno Presiden Republik Indonesia ke-5, Try Sutrisno Wakil Presiden RI (1993-1998), Hamzah Haz, Wakil Presiden RI (2001-2004), Budiono Wakil Presiden RI (2009-2014), seluruh anggota MPR, DPR, DPD, dan Duta Besar negara-negara sahabat. (L/P010/P02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0