Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PRESIDEN ARGENTINA MINTA ANGGOTA PBB AKUI NEGARA PALESTINA

Rudi Hendrik - Kamis, 25 September 2014 - 18:35 WIB

Kamis, 25 September 2014 - 18:35 WIB

987 Views

Presiden Argentina Cristina Fernandez berpidato di PBB, Rabu (25/9), New York (Foto: UN)
<a href=

Presiden Argentina Cristina Fernandez berpidato di PBB, Rabu (25/9), New York (Foto: UN)" width="300" height="238" /> Presiden Argentina Cristina Fernandez berpidato di PBB, Rabu (25/9), New York (Foto: UN)

New York, 1 Dzulhijjah 1435/25 September 2014 (MINA) – Dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, New York, Presiden Argentina Cristina Fernández meminta anggota PBB mengakui Palestina sebagai sebuah negara, Anggota Majelis penuh.

Namun dalam pidatonya, Rabu (24/9), Presiden Fernández juga mendukung solusi dua negara dengan menekankan bahwa Israel juga harus aman dalam perbatasannya.

Dia mengatakan, dialog antara kedua pihak yang bertikai itu penting, laman resmi PBB melaporkan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Kamis.

Pada kesempatan itu, Fernandez juga mengingatkan, Argentina pernah mengalami terorisme politik ketika Kedutaan Besar Israel diserang di Buenos Aires pada 1992, di mana warga Iran menjadi terdakwa.

Baca Juga: Knesset Loloskan Resolusi yang Menentang Negara Palestina

Sehari sebelumnya, pemimpin Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, dia akan mengajukan sebuah resolusi kepada Dewan Keamanan PBB, Kamis, mengajukan tuntutan penarikan pasukan Israel dari Tepi Barat selama tiga tahun, Time of Israel melaporkan.

Resolusi itu akan segera diserahkan setelah Abbas berbicara di Majelis Umum PBB.

Pada Senin, Abbas mengatakan, penolakan PBB terhadap resolusi itu akan mendorongnya untuk mencari keanggotaan di lembaga-lembaga dan badan-badan internasional, mencakup Mahkamah Pidana Internasional, yang akan membuka pintu untuk dakwaan terhadap kejahatan perang Israel atas tindakan militernya di Gaza dan pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat.

Penasehat Abbas, Nabil Abu Rdeneh mengatakan, pemimpin Palestina akan menyajikan strategi baru dalam pidato PBB-nya.

Baca Juga: Al-Qassam Rilis Rekaman Penyergapan terhadap Tentara Israel di Tal al-Hawa Gaza

Berdasarkan program tersebut, Abbas akan meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengeluarkan resolusi yang mengikat, dengan tanggal tertentu untuk mengakhiri pendudukan Israel di Tepi Barat, Jalur Gaza dan Yerusalem Timur (Al-Quds). (T/P001/R11)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Klaim Hamas Masih Mampu Bom Tel Aviv dan Yerusalem

Rekomendasi untuk Anda