Presiden Brasil : Tindakan Israel di Palestina Sebagai Teroris

Brasília, MINA – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan bahwa aksi tindakan Israel terhadap perempuan dan anak-anak sama dengan terorisme, menunjuk agresi Israel yang sedang berlangsung terhadap Jalur Gaza telah menewaskan 11.000 orang lebih.

“Jika saya mengetahui ada banyak anak-anak Palestina di tempat tersebut, mungkin saja ada monster dan saya tidak bisa membunuh anak-anak di bawah umur dengan dalih membunuh monster itu.  Sesederhana itu,” kata Silva dalam program “Percakapan dengan Presiden” di media sosial, demikian Palinfo, Jumat (17/11).

Da Silva menyerukan reformasi Dewan Keamanan, tidak bisa diterima bahwa tidak ada solusi terhadap konflik di Timur Tengah. Perserikatan Bangsa-Bangsa perlu berubah.

Baca Juga:  Sedikitnya 30 Rohingya Tewas dalam Konflik Junta vs Militan di Myanmar

“Cara kerja PBB dan hak veto serta sistem lainnya ada yang tidak lagi berguna pada tahun 2023,” ujarnya.

Da Silva memperingatkan, “Israel sepertinya ingin menduduki Jalur Gaza dan mengusir warga Palestina, dan ini tidak benar dan tidak adil. Kita harus memastikan berdirinya negara Palestina agar mereka dapat hidup damai.”

“Israel melakukan banyak tindakan teroris, bertindak karena tidak memperhitungkan bahwa anak-anak tidak berperang, dan perempuan tidak berperang. Mereka tidak membunuh tentara, mereka membunuh anak-anak.”

Kementerian Luar Negeri Brasil mengeluarkan memorandum pada 12 Oktober, bahwa pemerintah Brasil berada di bawah tekanan yang semakin besar untuk mengakui gerakan Hamas sebagai organisasi teroris.

Namun Brasil mengikuti pedoman Perserikatan Bangsa-Bangsa dan melaksanakan keputusan yang diambil oleh Dewan Keamanan. Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang tidak mengklasifikasikan Hamas sebagai gerakan teroris.

Baca Juga:  Demonstran Israel Seru Penggulingan Netanyahu dan Pemilu Dini

Israel melanjutkan agresinya terhadap Jalur Gaza selama 40 hari berturut-turut, dengan dukungan Amerika Serikat. Pesawat tempur mereka mengebom sekitar rumah sakit, gedung, menara, dan rumah warga sipil Palestina, menghancurkan di atas kepala penduduknya, mencegah masuknya air, makanan, dan bahan bakar.

Akibatnya, jumlah korban tewas meningkat tajam menjadi 11.240 orang, termasuk lebih 8000 anak-anak, wanita dan 29 ribu warga Palestina terluka. (T/R4/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: kurnia

Editor: Ali Farkhan Tsani