Presiden dan PM Rusia Ucapkan Selamat Idul Fitri

Moskow, 1 Syawwal 1437/6 Juli 2016 (MINA) – Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Dmitry Medvedev telah mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada kaum Muslimin Rusia untuk hari libur yang menandai akhir bulan suci Ramadhan itu, layanan pers Kremlin, melaporkan Selasa (5/7/2016).

“Muslim Rusia, dengan mengandalkan tradisi keagamaan, sejarah dan budaya berabad-abad, dalam komunitas mereka, dengan teman-teman dan keluarga mereka merayakannya. Hari-hari ini mereka telah meraih prestasi spiritual yang diraih selama puasa,” kata Putin, sepeti dirilis Kantor Berita TASS.

“Hari ini, kita menyaksikan bagaimana umat Islam Rusia sepenuhnya hidup. Masjid dibangun, akademi Islam didirikan, universitas dan madrasah juga didirikan, demikian pula sistem pendidikan Islam dan ziarah umat Islam ke Makkah. Kerjasama dengan mufti dari CIS (Commonwealth of Independent States) juga terus diperluas,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Mufti Rusia mengajak umat Islam untuk saling membantu dan menunjukkan kasih sayang dengan sesama warga.

Putin juga mencatat adanya kontribusi yang cukup besar dari komunitas Muslim untuk mengembangkan dialog antaretnis dan antaragama, serta secara aktif memfasilitasi kerjasama dengan struktur negara dan masyarakat dalam hal amal dan pendidikan.

“Dukungan dari seluruh masyarakat Muslim, memberikan kontribusi untuk menjaga perdamaian sipil dan kesepakatan di negeri ini,” lanjut Presiden Putin.

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev juga telah mengucapkan selamat Idul Fitri bagi warga Muslim Rusia.

“Bulan Ramadhan telah berakhir, saat tiba  pemurnian spiritual, doa, rahmat dan pengampunan. Selama hari-hari ini, jutaan orang mempraktikkan Islam dan berusaha untuk melakukan sebanyak mungkin kebaikan, menunjukkan kepedulian dan perhatian kepada teman dan kerabat,” kata Medvedev dalam telegram ucapan selamat dipublikasikan di situs resmi pemerintah Rusia.

Perdana menteri juga mencatat bahwa umat Islam di Rusia membuat banyak hal untuk mengembangkan dialog antaragama, bekerja sama dengan otoritas negara, dan memperkuat kesepakatan antar-etnis di negara ini.

“Di antara hal-hal yang pantas saya berikan rasa hormat yang tulus adalah kegiatan pendidikan yang luas dari para pemimpin agama Islam, dengan adanya pengembangan nilai-nilai tradisional Islam, budaya dan pendidikan, universitas, dan masji-masjid baru yang dibangun,” katanya. (T/P4/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

http://tass.ru/en/society/886419