Presiden Italia Apresiasi Hubungan Dengan Palestina

Bethlehem, 2 Shafar 1438/2 November 2016 (MINA) – Presiden Italia Sergio Mattarella, Selasa (1/11), menyatakan apresiasi atas hubungan antara negaranya dengan Palestina selama kunjungan yang  pertama ke wilayah Palestina.

“Lingkungan yang tepat dalam memproses perdamaian antara Israel-Palestina dengan pergerakkan yang harus dibuat oleh masyarakat internasional untuk mendorong upaya-upaya tersebut,” kata Mattarella dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Mattarella menyebutkan proyek Italia yang didanai di wilayah Palestina dalam pemulihan bangunan kuno di kota Tepi Barat, Jericho, yang dikunjunginya bersama Abbas pada Selasa sore, demikian laporan Ma’an News yang dikutip MINA.

Di sela itu, Abbas menegaskan bahwa dukungannya dari konferensi perdamaian yang disponsori Perancis yang digelar pada akhir tahun.

“Kunci perdamaian di wilayah ini, yaitu mengakhiri kependudukan Israel dan penindasan bersejarah, yang dipraktikkan pada rakyat kami sehingga kedua negara Palestina dan Israel dapat hidup dalam stabilitas keamanan sebagai tetangga yang baik,” ujarnya.

Abbas membela Resolusi Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization – UNESCO) baru-baru ini dan mengecam kebijakan Israel di Al-Quds Timur dan kompleks Masjid Al-Aqsha.

Menurutnya, organisasi internasional berusaha untuk melindungi warisan budaya Islam dan “mengecam pelanggaran Israel dalam upaya mengubah identitas Al-Quds Timur.”

“Klaim Israel baru-baru ini dalam upaya untuk mencampur agama dan warisan budaya yang tidak benar dan tidak pantas,” kata Abbas.

Dalam konferensi tersebut, Abbas mengucapkan belasungkawa kepada penduduk Italia atas gempa yang telah melanda Italia baru-baru ini.

Pada 2012, Italia salah satu negara yang memberikan suara mendukung peningkatan status menjadi negara pengamat non-anggota bagi Palestina di PBB.(T/M013/R05)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)