PRESIDEN JOKOWI BENTUK BADAN EKONOMI KREATIF

BEK
Presiden Jokowi melantik Triawan Munaf sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif. (Foto: AntaraNews)

Jakarta, 5 Rabiul Akhir 1436/26 Januari 2015 (MINA) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membentuk Badan Ekonomi Kreatif (BEK) yang berfungsi memperkuat sektor ekonomi kreatif, termasuk perlindungan bagi karya kreatif seniman Indonesia.

Jokowi melantik Musisi dan pengusaha Triawan Munaf sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Senin (26/1), di Istana Kepresidenan, Jakarta. Antara melaporkan seperti dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Triawan resmi menduduki jabatan itu berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 9/P/2015 tentang pengangkatan Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Ia mendapat hak keuangan dan fasilitas setingkat menteri.

BEK nantinya akan memiliki deputi yang bertanggungjawab untuk riset edukasi dan pengembangan, akses permodalan, pemasaran, fasilitas HAKI, direktorat hubungan antar lembaga dan wilayah, dan infrastruktur.

Sementara itu, bidang kreatif yang akan menjadi tanggungjawab badan ini antara lain aplikasi dan game, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film, fesyen, animasi video, fotografi, kriya dan kuliner. Selain itu, ada juga bidang penerbitan, periklanan, pertunjukan seni rupa, televisi dan radio.

Acara pelatikan Triawan tampak dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Sekertaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman.

Triawan Munaf adalah mantan personel grup Gian Step yang beraliran progresif rock asal Bandung sekitar 1970-an.

Ayah dari musisi Sherina Munaf itu mengembangkan bisnis periklanan dan dalam beberapa tahun terakhir dan namanya sempat masuk bursa calon Menteri Ekonomi Kreatif dalam kabinet Jokowi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, sesuai Peraturan Presiden nomor 135/2014, sebelum Badan Ekonomi Kreatif terbentuk, fungsi ekonomi kreatif masih dijalankan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Hal itu juga berlaku dengan anggaran ekonomi kreatif yang tahun 2015 masih dialokasikan melalui Kemenpar.

Arief menyebut anggaran ekonomi kreatif dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 mengalami peningkatan dari sebelumnya Rp. 360 miliar menjadi Rp. 1,5 triliun.

Demikian halnya dengan anggaran pariwisata yang naik dari Rp. 1,3 triliun menjadi Rp. 2,4 triliun.

“Sehingga total rencana anggaran untuk pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi Rp. 3,9 trilun,” kata Arief Yahya. (T/R03/R05)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0