Presiden Mali Ditahan Pemberontak, Sekjen PBB Seru Pembebasan

New York, MINA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menuntut “pembebasan segera dan tanpa syarat” Presiden Mali Boubakar Keita dan anggota pemerintahannya setelah mereka ditangkap oleh tentara pemberontak.

“Sekretaris Jenderal mengecam keras tindakan ini dan menyerukan pemulihan segera tatanan konstitusional dan supremasi hukum di Mali,” kata Juru Bicara Guterres dalam sebuah pernyataan, Selasa (18/8), demikian dikutip dari TRT World.

Sebelumnya pada siang hari, tentara pemberontak menahan Presiden dan Perdana Menteri Mali setelah mengepung sebuah kediaman dan menembak ke udara dalam upaya kudeta yang jelas.

Penahanan terjadi setelah beberapa bulan aksi demonstrasi menyerukan penggulingan Presiden Ibrahim Boubacar Keita.

Para prajurit bergerak dengan bebas di jalan-jalan ibu kota Bamako, memperjelas bahwa mereka menguasai Ibu Kota. Belum ada komentar langsung dari fiak tentara yang berasal dari barak militer yang sama di Kati, tempat kudeta sebelumnya terjadi lebih dari delapan tahun lalu.

Seorang pejabat regional, yang berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang berbicara kepada wartawan, membenarkan, presiden dan perdana menteri telah ditahan Selasa malam.

PBB dan Perancis mantan penjajah negara itu menghabiskan lebih dari tujuh tahun mencoba menstabilkan negara itu sejak kudeta 2012.

Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pembicaraan darurat tentang krisis di negara itu pada Rabu sore, kata para diplomat di New York.

Pertemuan itu diminta oleh Perancis dan Niger yang akan berlangsung secara tertutup, seorang diplomat PBB mengatakan kepada pers tanpa menyebut nama. (T/RI-1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)