Presiden MAPIM: Jika Masjid Dunia Bersatu, Gerakan Pembebasan Al-Aqsa Lebih Realistis

Presiden Majelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) Mohd Azmi Abdul Hamid. (Foto: Du Sob/MINA)

Putrajaya, MINA – Presiden Majelis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) Mohd Azmi Abdul Hamid mengatakan, sekiranya seluruh masjid di seluruh dunia bersatu untuk memulakan pergerakan demi pembebasan Palestina, tentu akan lebih realistis.

“Di Malaysia terdapat lebih kurang 5.000 masjid dan 7.000-an musala. Belum di Indonesia yang kurang lebih 800 ribuan dan jutaan musala. Diperkirakan seluruh dunia lebih dari 5 jutaan masjid,” kata Mohd Azmi pada sesi terakhir konferensi internasional “ASEAN Plus NGOs Conference in Defence of Baitul Maqdis and Al-Aqsa” di Putrajaya, Malaysia, Ahad (24/3).

Menurutnya, pada masjid bisa ditempuh berbagai potensi.

“Penggalangan dana, memobilisasi umat untuk berbuat sesuatu, bekumpul dan berbagai macam lagi,” katanya di depan ratusan ulama, aktivis dan intelek dari berbagai negara dunia yang hadir.

Sebelumnya pada kesempatan yang sama, Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Yakhsyallah Mansur menyampaikan paparan peran ulama dalam upaya perjuangan pembebasan Masjid Al-Aqsa.

Mengisi diskusi sesi kelima, Imaam Yakhsyallah menegaskan bahwa peran ulama dalam pembebasan Masjid Al-Aqsa sangat penting.

“Ulama wajib menggaungkan suara kebenaran kepada seluruh umat manusia tentang kondisi Masjid Al-Aqsa yang sangat mengkhawatirkan,” katanya.

Menurutnya, permasalahan Masjid Al-Aqsa dan Palestina harus senantiasa hadir dalam pemikiran ulama dan mereka harus mencurahkan segala daya sepanjang hidup untuk membebaskan Masjid Al-Aqsa dan Palestina dari cengkeraman penjajah.  (L/K01/RI-1/RS1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)