PRESIDEN RUSIA PUJI KEBERHASILAN ANEKSASI CRIMEA

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AFP/Getty Images)
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AFP/Getty Images)

Moskow, 10 Rabi’ul Awwal 1436/1 Januari 2015 (MINA) – Presiden Rusia Vladimir Putin dalan pidato mnenyambut tahun baru, memuji aneksasi Rusia terhadap Semenanjung Crimea dari Ukraina, dan berterima kasih kepada rakyatnya atas keberanian dan kesetiaan mereka.

Dalam pidato tahunannya,  ia mengatakan, peristiwa aneksasi itu selamanya akan menjadi tonggak paling penting dalam sejarah Rusia, Al Jazeera yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Dia mengatakan, rasa cinta tanah air adalah sebab kepastian Semenanjung Crimea bergabung dengan Rusia pada Maret 2014, setelah referendum yang dinilai kontroversial oleh dunia internasional.

Menurut hasil sensus terakhir tahun 2001, Crimea berpenduduk sebanyak 2,4 juta orang, di mana sebanyak 12,1 % di antaranya adalah warga Crimea Tartar bergama Islam, minoritas, yang selama ini menjadi penentang keras kekuasaan Rusia di Crimea.  Walau minoritas,  tapi warga Islam ini mempunyai pengaruh politik yang besar. Banyak warga muslim ini duduk di lembaga-lembaga perwakilan rakyat. Karenanya pula ada politisi-politisi Ukraina yang ambil bagian dalam perundingan dengan Rusia dalam usaha menyelesaikan konflik Rusia – Ukraina terakhir.

Komposisi penduduk Crimea lainnya hasil sensus 2001 adalah 58,5 % Rusia dan 24,4 % Ukraina.

Putin menyebut 2014 adalah tahun bersejarah, namun dia tidak menyinggung masalah sanksi-sanksi Barat, penurunan harga minyak dan krisis ekonomi, yang berkemungkinan akan menempatkan Rusia ke dalam resesi pada tahun 2015 ini.

Moskow telah mengirimkan pasukannya untuk mengambil alih Crimea, wilayah pangkalan angkatan laut Rusia, setelah presiden Ukraina yang pro-Rusia disingkirkan dari kekuasaan pada Februari. Kemudian diikuti oleh referendum tergesa-gesa Crimea untuk bergabung dengan Rusia, di mana Ukraina dan Barat menolaknya serta menyebutnya ilegal.

Peristiwa ini memicu sanksi Barat terhadap Rusia atas pencaplokannya terhadap Crimea dan mendorong separatis pro-Moskow memberontak di timur Ukraina, di mana pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak telah menewaskan lebih 4.700 sejak April tahun lalu.

Muslim Tatar Crimea adalah salah satu penentang paling keras atas aneksasi Rusia terhadap Crimea dari Ukraina.

Era 1944, Soviet mendeportasi 200.000 etnis Tatar Crimea ke Siberia dan Asia Tengah serta banyak membunuh yang lainnya, menjadi alasan bagi Tatar Crimea menaruh ketidakpercayaan yang mendalam terhadap pemerintah Rusia. Banyak yang masih mengasosiasikan kekuasaan Moskow dengan penindasan, pengasingan dan penderitaan.

Mata uang Rusia rubel kehilangan sekitar setengah nilainya pada tahun 2014 dan perekonomian menghadapi krisis karena sanksi Barat. Namun Putin berjanji akan membangkitkan perekonomian dalam dua tahun. (T/P001/P2)

 

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

 

 

Comments: 0