Presiden Sudan: Negara Segera Atasi Masa Sulit

Khartoum, MINA – Presiden Sudan Omer Al-Bashir menyatakan bahwa negara akan segera dapat mengatasi masa-masa sulit yang sedang dihadapi Sudan terutama dalam masalah ekonomi.

Al-Bashir menyatakan ini dalam pidato kenegaraan Hari Kemerdekaan Sudan ke-63 Senin malam (31/12). Sudan News Agency (SUNA) melaporkan.

Menurutnya, negara saat ini sedang melewati keadaan ekonomi yang menekan, menyebabkan kesulitan bagi sebagian besar masyarakat, serta diterpa berbagai faktor eksternal dan internal.

Namun ia menyatakan kepercayaannya bahwa negara akan segera mengatasi masa yang sulit ini.

“Kita akan kembali ke jalur pembangunan komprehensif dengan memanfaatkan basis sumber daya yang kuat untuk memungkinkannya bangkit dan bergerak maju,” ujarnya.

“Pada titik ini kami meminta partai-partai politik untuk berkontribusi secara bijaksana menangani masalah-masalah bangsa, termasuk masalah ekonomi saat ini, melalui nasihat dan memberikan alternatif, bukan melalui keuntungan politik,” lanjutnya.

Presiden Al-Bashir juga meminta semua lembaga negara agar berusaha untuk menyelesaikan krisis ini dengan merumuskan peta jalan dan strategi produktivitas.

Dia mengatakan bahwa anggaran 2019 telah diajukan dengan visi baru yang bertujuan untuk merevitalisasi ekonomi dan mengatasi krisis saat ini.

Dia menunjukkan bahwa anggaran baru juga berusaha untuk mengurangi kesulitan warga negara melalui mempertahankan subsidi pada banyak barang, meningkatkan gaji, mensubsidi produksi ekspor dan tidak menambahkan beban pajak baru.

Kebijakan lainnya,  mendukung program kesejahteraan sosial untuk sektor yang lebih lemah dan menyalurkan subsidi untuk mereka yang berhak.

“Sistem baru diadopsi untuk produksi, impor dan distribusi komoditas dasar dan obat-obatan, serta penempatan program ketat pemulihan kepercayaan pada sistem perbankan kita yang telah menghadapi tantangan boikot internasional”, ujar Presiden Al-Bashir.

Ia menegaskan kembali bahwa negara akan melampaui krisis ini dan menjalankan perannya dalam mendukung produksi dan pembiayaan produsen di sektor swasta yang terus memainkan peran dalam kemajuan ekonomi negara.

Bashir merujuk pada berbagai kemitraan ekonomi dengan negara-negara sahabat, termasuk Turki, Rusia, Cina, Belarusia, dan negara-negara Teluk, dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi ekonomi dan membangun infrastruktur produksi nasional. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)