Presiden Terpilih Tunisia Tegaskan Dukung Palestina

Tunis, MINA – Presiden terpilih Tunisia Qais Said, pada Ahad (13/10) menegaskan dukungannya pada kemerdekaan Palestina yang dinyatakannya merupakan agenda pertamanya dalam masalah luar negeri.

Hal tersebut ia sampaikan saat pidato kemenangannya dengan meraih 72,53% suara dalam pemilihan presiden putaran kedua.

Ia berjanji akan bekerja mendukung sejumlah persoalan secara adil, terutama persoalan Palestina.

“Saat ini merupakan fase bersejarah, di mana Tunisia telah selesai dengan masa transisi, dan agenda luar negeri yang harus dilakukan adalah memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” kata Said di hadapan pendukungnya, seperti dikutip dari Palestinian Information Center (Palinfo), Senin (14/10),

Presiden baru Tunisia tersebut menegaskan, ia berharap  bendera Palestina bisa berkibar di samping bendera Tunisia.

Pensiunan Profesor Hukum itu menyebutkan, kunjungan luar negeri pertamanya akan dilakukan ke Aljazair, kemudian berharap bisa mengunjungi Libya dengan menegaskan bahwa Tunisia akan melanjutkan peranannya di forum internasional untuk mendukung Palestina.

Ia juga menegasakan, normalisasi dengan penjajah Israel merupakan sebuah pengkhianatan, sikap ini ditegaskannya saat debat bersejarah dengan rivalnya, Nabil al-Qarawi dua hari menjelang pemilu presiden.

Sementara, gerakan perlawanan Islam di Gaza, Hamas menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Dr. Said sebagai Presiden Tunisia.

Hamas menyatakan, kemenangan Said menjadi dukungan besar bagi perjuangan Palestina secara adil.

Hamas juga menyampaikan apresiasi kepada segenap rakyat Tunisia atas suksesnya demokrasi yang menjadi inspirasi dan contoh bagi umat, serta transisi sukses ini akan meningkatkan stabilitas dan kesejahteraan bagi Tunisia dengan ijin Allah.

Pimilihan Presiden Tunisia kali ini adalah kali kedua sejak terjadinya pemberontakan 2011. Pilpres digelar usai meningalnya Presiden Beji Caid Essebsi pada Juli lalu. (T/Sj/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)