Prof Mahmoud Anbar: Tanah Palestina Hak Seluruh Umat Islam

Cileungsi, Kab. Bogor, MINA – Guru Besar Universitas Islam Gaza, Palestina, Prof. Mahmoud Anbar mengatakan, Palestina adalah tanah yang diberkahi dan Masjid Al-Aqsa yang berada di dalamnya adalah hak seluruh umat Islam.

“Palestina dan Masjid Al-Aqsa harus dipelihara dan diakui oleh seluruh umat Islam. Tanah Palestina adalah tanah yang diberkahi, ia tidak diidentikkan dengan sebuah kaum muslimin tertentu dan tidak dinisbatkan kepada negara manapun,” ujarnya dalam Webinar Internasional yang diselenggarakan oleh Aqsa Working Group (AWG) dengan tema “Menggalang Kerjasama Universal dalam Pembebasan Al Aqsa dan Palestina” pada Sabtu (3/4).

Maka dari itu, lanjut Prof Anbar, tanggung jawab dan kepedulian terhadap Palestina merupakan tanggung jawab bersama bagi umat Islam seluruh dunia.

“Bagi setiap kaum muslimin yang terucap dari mulutnya kalimat La illaha illallah, Muhammadur Rasulullah, maka menjadi amanah kita semua bagaimana bisa membebaskan Palestina dari penjajah Israel,” tambahnya.

Ia mengatakan, apa yang dilakukan Israel di Palestina saat ini merupakan upaya-upaya untuk menghilangkan hak Palestina dan sejarahnya yang mengancam seluruh eksistensi dan menodai tanah yang telah disucikan itu.

Israel dalam penyerangannya tidak membedakan Hamas, Fatah, anak-anak atau wanita. Apa yang mereka lakukan harus dilawan dengan kekuatan yang satu.

“Kita harus menjadikan Palestina Kembali ke peta umat Islam. Kita menunggu janji Allah untuk membebaskan Palestina, karena Allah tidak akan mengingkari janjinya,” ujar Anbar.

“Untuk itu mari kita lakukan aksi nyata untuk membebaskan Palestina agar Allah mewujudkan apa yang kita harapkan yaitu kemenangan. Apa yang perlu kita lakukan adalah berpegang teguh pada tali Allah dan menghindari perpecahan. Faksi-faksi Palestina harus menghindari perpecahan dan meninggalkan kesalahpahaman politik, menyingkirakn hal-hal yang bisa memecah belah, merugikan apa yang dimiliki Palestina dan menguntungkan kemaslahatan musuh kita,” katanya.

Dia juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada rakyat Indonesia khusus umat islam di nusantara yang telah berkontribusi secara nyata dan ikut andil dalam perjuangan membebaskan Masjid Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina.

Webinar internasional ini merupakan bagian dari rangkaian acara Taklim Pusat Virtual 1442H. Sebelumnya telah diselenggarakan Konsolidasi dan Taklim Muslimat Pusat dengan tema “Pentingnya Meningkatkan Ketahanan Keluarga dalam Menghadapi Perubahan Dunia”.

Adapun acara puncak Taklim Pusat 1442 H ini akan diselenggarakan pada Ahad (4/4).

Aqsa Working Group (AWG) yang didirikan pada tahun 2008, merupakan lembaga yang dibentuk dalam rangka mewadahi dan mengelola upaya kaum muslimin untuk membebaskan Masjid Al-Aqsa dan Palestina.

Meski fokus terhadap isu-isu Palestina, AWG juga aktif dalam penyaluran bantuan untuk korban bencana yang terjadi di Indonesia, menggalang solidaritas dan bantuan untuk para pengungsi Rohingya, Suriah dan Yaman serta berbagai kegiatan Sosial, Keagamaan dan Kemanusiaan lainya. (L/R7/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)