Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prof Rashid Khalidi: Perang 100 Tahun di Palestina

Ali Farkhan Tsani - Selasa, 13 Oktober 2020 - 08:43 WIB

Selasa, 13 Oktober 2020 - 08:43 WIB

39 Views

Yerusalem, MINA – Prof. Dr. Rashid Khalidi, Penulis buku The Hundred’s Years War on Palestine (Januari 2020) menuliskan kisah hilangnya tanah airnya dan invasi bertahap negerinya, Palestina oleh penjajah Israel.

Khalidi berasal dari keluarga terkemuka di elit tradisional Palestina di kota Yerusalem. Dia memecah sejarah penjajahan Palestina secara unik dengan menyampaikan makna perang selama seabad yang melibatkan sejumlah aksi-aks kejahatan penjajah. MEMO melaporkan, Senin (12/10).

Khalidi yang juga editor jurnal ilmiah Journal of Palestine Studies. memulai dengan Deklarasi Balfour 1917 yang dikeluarkan oleh Inggris, pada akhir Perang Dunia Pertama.

“Inggris telah memfasilitasi rencana Zionis Israel untuk membangun rumah nasional bagi orang-orang Yahudi di sana,” tulis guru besar di American University of Beirut dan Lebanon University.

Baca Juga: Hamas Hentikan Pembicaraan Gencatan Senjata Sampai Tahanan Palestina Dibebaskan

Perjuangan Palestina pun memulai secara bertahap ketika penduduk asli menyadari rencana yang didukung oleh Inggris untuk meningkatkan migrasi Yahudi ke Palestina. Sementara pemodal internasional memompa sejumlah besar uang ke dalam ekonomi Yahudi.

Khalidi menyebutkn, Deklarasi Balfour adalah tahap pertama dari “perang seratus tahun di Palestina”.

Panggung perang terus berlanjut melalui episode demi episode, mulai dari Rencana Partisi PBB 1947, Resolusi Dewan Keamanan PBB 242, invasi Israel tahun 1982 ke Lebanon; perjanjian perdamaian Oslo 1993, dan kunjungan pemimpin Israel Ariel Sharon ke Tempat Suci Al-Aqsa tahun 2000.

Itu semua terstruktur yang menunjukkan dominasi Israel atas kota suci Yerusalem dan Palestina. (T/RS2/RI-1)

Baca Juga: Gaza Krisis Kesehatan dan Lingkungan, 170.000 Ton Sampah Menumpuk

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Amnesty International: 13.000 Lebih Anak Palestina Tewas dalam Genosida Israel

Rekomendasi untuk Anda