Program Beasiswa Seni Budaya Kemlu

Sejak tahun 2003 Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah melaksanakan program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) sebagai bentuk promosi budaya dan tindak lanjut komitmen Pemerintah RI dalam meningkatkan kerjasama regional. Hingga tahun 2017, kegiatan tersebut berhasil menghasilkan 776 alumni dari 69 negara yang menjadi friends of Indonesia dan Indonesianis.

Pada tahun 2018 program BSBI mengusung tema “The Colours of Beautiful Indonesia” yang menceritakan kebhinekaan wilayah Nusantara dalam hal agama, budaya dan sikap toleransi yang jika dikelola dengan baik maka akan menjadi aset bangsa. Tahun ini program diberikan kepada 72 pemuda dari dua belas negara termasuk Indonesia dengan rincian 66 pemuda dari negara sahabat dan enam pemuda Indonesia.

Selanjutnya program beasiswa ini terdapat 13 orang dari 72 peserta beasiswa yang akan melanjutkan studinya, atau melanjutkan keingintahuan terhadap Indonesia.

Setelah menempuh program pembelajaran seni dan budaya selama tiga bulan terhitung sejak bulan April yang lalu maka Rabu malam (4/7), merupakan acara penampilan peserta BSBI dan penutupan program tersebut. Penutupan dilaksanakan di gedung teater besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai tuan rumah, Wakil Gubernur DIY Yogyakarta, Wakil Gubernur Banyuwangi dan beberapa Duta Besar.

Gedung teater besar Taman Ismail Marzuki terisi penuh dengan penonton yang sudah tak sabar menyaksikan bagaimana orang-orang luar negeri menampilkan budaya Indonesia. Acara diawali dengan sambutan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia sangat mengapresiasi acara yang konsisten diselenggarakan oleh Kemlu ini.

“Saya mengapresiasi program beasiswa seni dan budaya ini karena bisa memperkenalkan Indonesia ke dunia internasional,” ujar Gubernur Anies usai menghadiri acara bertajuk “Indonesia Challenge 2018,” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu malam.

Dijelaskan Anies, dalam program beasiswa tersebut, Jakarta menjadi tempat para penerima beasiswa untuk mengenal dan belajar tentang seni serta budaya Indonesia selama tiga bulan.

“Selain menjadi pengalaman hidup, harapannya pengalaman ini juga bisa diceritakan di negara asalnya,” katanya.

Kemudian Anies menceritakan bahwa Taman Ismail Marzuki memiliki sejarah panjang bagi seni dan budaya. 10 November nanti akan bertepatan dengan 50 tahun usia Taman Ismail Marzuki maka tepat rasanya jika tempat ini dijadikan venue penampilan teman-teman dari negara sahabat.

Sebelum mengakhiri sambutannya Gubernur DKI Jakarta mengutip pernyataan Mahatma Gandhi “Adanya pertukaran budaya antar bangsa bukan hanya semata bertukar budaya saja di situ juga menunjukkan kedekatan hati sesama bangsa dunia.” Maka kesadaran akan menjadi bangsa dunia menjadi begitu penting. Ia yakin peserta tidak akan bisa melupakan pengalaman selama mengikuti program ini.

Sambutan kedua diisi oleh Mentri Retno yang menyampaikan substansi program ini adalah diplomasi seni dan budaya karena ia yakin seni dan budaya adalah senjata yang ampuh untuk menjalin hubungan antar bangsa dan negara. Beliau juga menyebutkan bahwa program BSBI berkerjasama dengan enam sangar dari masing-masing daerah diantaranya Padang, Yogyakarta, Bali, Banyuwangi, Makassar dan Kutai Kartanegara.

Penonton sangat antusias sejak pertama kali tirai diangkat. Peserta dari dua belas negara yang telah dibagi dalam grup Padang, Yogyakarta,  Bali, Banyuwangi, Makassar dan Kutai Kartanegara. Dengan pakaian khas tari daerah masing-masing dan tak ketinggalan alat musiknya. Mereka terlihat sangat piawai dan energik dalam memainkan alat musik dan tarian.

Bahkan beberapa lirik lagu dengan bahasa daerah juga dilantunkan dengan baik. Masing-masing grup daerah menampilkan tiga tarian. Dengan kombinasi antar daerah yang begitu cantik penampilan mereka sangat menghibur penonton sampai akhir acara. Bahkan setelah acara resmi ditutup oleh pembawa acara yang merupakan alumni BSBI tahun 2014, beberapa peserta dan pembina sanggar saling berpelukan dan menagis bahagia. Tak lupa panggung pertunjukan menjadi spot berfoto bagi penonton dan pemain.(L/Ammar/R01/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)