Program Pemerintah Aceh Sikapi Bonus Demografi 2020-2035

Banda Aceh, MINA – Aceh Carong (Aceh Pintar), Aceh Meuadab (Aceh Beradab), dan Aceh Teuga (Aceh Kuat), merupakan program unggulan pemerintah Aceh yang akan menyikapi ledakan usia produktif yang terjadi di Indonesia pada tahun 2020-2035.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pada wisuda sarjana Universitas Samudera Langsa, yang dipusatkan di Aula Unsam, Kamis (25/10).

Menurut Nova Bonus Demografi merupakan peluang dan tantangan yang sangat besar. Pada periode itu, setidaknya 64 persen dari total jumlah penduduk Indonesia berada pada usia produktif.

Namun, bukan semata peluang untuk bangkit, jika tidak dikelola dengan baik, bonus demografi juga bisa menjadi awal keruntuhan sebuah bangsa.

“Bonus demografi adalah peluang yang sangat strategis bagi Indonesia untuk melakukan percepatan pembangunan, karena banyak tersedianya sumber daya manusia produktif, juga Sebaliknya bonus demografi akan menjadi kejatuhan suatu bangsa jika tidak dimanfaatkan dengan mempersiapkan diri dalam menyongsong era tersebut,” ujar Nova.

Nova mengungkapkan, berdasarkan perkiraan Badan Pusat Statistik, pada tahun 2018 ini jumlah penduduk Aceh sekitar 5,2 juta jiwa, di mana jumlah pemuda atau orang yang berusia antara 16-30 tahun berkisar 24,5 persen atau sekitar 1,3 juta jiwa.

“Jika jumlah ini dapat dikelola dengan baik, Aceh akan berpeluang menjadi daerah yang maju, namun juga sebaliknya, jika tidak dikelola dengan baik, Aceh akan semakin terpuruk,” sebut Nova,

Karena itu, Pemerintah Aceh sangat fokus memformulasikan program yang berkaitan dengan pendidikan generasi muda Aceh untuk menyongsong bonus demografi tersebut.

Pembangunan generasi muda dianggap penting, sehingga dalam 15 program unggulan Aceh Hebat yang tertuang di dalam RPJM Aceh 2017-2022, tiga di antaranya berkaitan dengan pemuda dan pendidikan, yaitu Program Aceh Carong, Aceh Meuadab dan Aceh Teuga, ungkap Nova.

Program Aceh Caròng juga menekankan kepada prestasi pendidikan Aceh di tingkat nasional melalui perbaikan fasilitas, kualitas guru, dan peningkatan sistem. Acèh Meuadab fokus pada upaya mengembalikan khittah Aceh melalui implementasi nilai-nilai Islam.

Sedangkan Acèh Teuga fokus pada perbaikan SDM pemuda. Nova berharap lembaga pendidikan tinggi berperan mendukung ketiga program ini agar cita-cita mencetak generasi kreatif dapat terwujud. (L/AP/P2 ).