Program SDM Kompeten Guna Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing Industri

Bekasi, MINA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah melakukan berbagai program strategis dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten guna meningkatkan produktivitas dan daya saing di sektor industri.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menjelaskan di antara program tersebut, misalnya melalui pelaksanaan pendidikan vokasi dengan model sistem ganda yang diadopsi dari Jerman dan Swiss, yakni 70 persen praktik dan 30 persen teori. Ini diaplikasikan di seluruh unit pendidikan milik Kemenperin.

“Kami punya sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), 10 Politeknik, dan 2 Akademi Komunitas. Seluruh lulusannya terserap di dunia industri. Tahun ini, menargetkan peserta didik sebanyak 19.478 orang,” kata Airlangga di Cikarang, Bekasi pada Jumat (15/2), demikian yang diterima MINA.

Ia menyebutkan, program lainnya, yakni pembangunan politeknik atau akademi komunitas di kawasan industri. Tahun ini, Kemenperin memfasilitasi pembangunan Politeknik Industri Petrokimia di Cilegon, Banten dan Politeknik Industri Agro di Lampung.

Kemenperin meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri. Program yang sudah menjangkau wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi ini ditargetkan mampu melibatkan 2.600 SMK dan 750 industri pada 2019.

Airlangga menjelaskan, tahun ini, Kemenperin juga terus menggelar program pelatihan industri berbasis kompetensi dengan sistem 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi, dan Penempatan Kerja) yang ditargetkan dapat menjaring 72.000 peserta. Program ini dapat dimanfaatkan para penyandang disabilitas.

“Guna membangun infrastruktur kompetensi dan sertifikasi kompetensi, kami pun akan menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebanyak 20 SKKNI, 20 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), 290 orang asesor kompetensi dan memberikan sertifikasi kompetensi sebanyak 15.000 orang,” paparnya.

Sementara itu, dalam upaya menyiapkan SDM kompeten di era industri 4.0, Kemenperin tengah memfasilitasi pembangunan pusat riset atau inovasi di Jakarta dan pusat pelatihan bidang teknologi informasi (big data center and analytic) di Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar.

“Kami sedang memfasiltasi pembangunan mini plant industry textile and clothing 4.0 di Politeknik STTT Bandung, kemudian untuk industri alas kaki di Politeknik ATK Yogyakarta, dan advance manufacturing di Politeknik ATIM Makassar,”

Disamping itu, Kemenperin akan menjalankan program peningkatan kompetensi aparatur industri 4.0 melalui pendidikan S2 double degree sebanyak 30 orang dan pelaksanaan training of trainer (ToT) tentang industri 4.0 yang akan bekerja sama dengan Festo, Siemens, dan Omron sebanyak 800 orang.

“Kami juga turut mengapresiasi kepada PT Jababeka yang ingin membangun fasilitas untuk memacu pengembangan industri teknologi informasi dan komunikasi. Sebab, sektor tersebut tumbuhnya cukup tinggi seiring implementasi industri 4.0. Kami pun sedang menjalin kerja sama dengan pusat riset di Korea untuk pengembangan teknologi digital,” katanya. (R/R10/RS1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)