Protes Sudan Dibubarkan Paksa, Sembilan Demonstran Tewas

Protes Sudan. (Foto: Anadolu/Omer Erden)

Khartoum, MINA – Pasukan keamanan Sudan menyerang dan membubarkan paksa aksi protes yang menjadi titik sentral dalam perjuangan berbulan-bulan para demonstran yang menuntut pemerintahan sipil.

Komite Sentral Dokter Sudan, sebuah kelompok medis yang terkait dengan pengunjuk rasa, mengatakan, setidaknya sembilan orang tewas dan beberapa lainnya cedera dalam serangan pasukan keamanan Senin pagi (3/6).

Komite itu juga mengatakan, pasukan keamanan menggunakan amunisi langsung di dalam Rumah Sakit East Nile di Khartoum tempat beberapa demonstran yang terluka sedang dirawat.

Dalam sebuah unggahan di Twitter, Asosiasi Profesional Sudan (SPA) mengatakan, Dewan Transisi Militer (TMC) yang berkuasa di negara itu telah menugaskan sejumlah besar pasukan untuk membubarkan kamp protes.

Baca Juga:  PBB: Sekitar 45.000 Warga Rohingya Mengungsi dari Rakhine

Suara tembakan keras terdengar dalam rekaman siaran televisi dari tempat kejadian, sementara gumpalan asap membumbung ke langit.

Mohammed Alamin, seorang jurnalis di Khartoum, mengatakan kepada Al Jazeera, Pasukan Dukungan Cepat (RSF) yang pertama kali menggunakan gas air mata, kemudian menembakkan granat untuk membubarkan para pengunjuk rasa. Tentara kemudian menembakkan peluru langsung ke pengunjuk rasa yang tersisa.

“Mereka sekarang mengendalikan sebagian besar wilayah yang diduduki dan telah membakar klinik. Sebagian besar pengunjuk rasa telah bubar. Tentara memblokir semua pintu masuk ke daerah itu dengan kendaraan militer untuk menghentikan pemrotes agar tidak kembali,” Kata Alamin.

Ia menambahkan, Madani Abbas Madani, salah satu pemimpin protes, menderita luka ketika pasukan membubarkan para pemrotes. (T/RI-1/P2)

Baca Juga:  Lebanon Luncurkan 40 Rudal ke Wilayah Pendudukan Israel

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Rudi Hendrik

Editor: Widi Kusnadi