Prudential Syariah Resmi Diluncurkan

Jakarta, MINA – PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) secara resmi meluncurkan PT Prudential Sharia Life Assurance atau Prudential Syariah, Selasa (5/5).

Hal tersebut menyusul setelah memperoleh izin usaha di bidang asuransi jiwa dengan prinsip syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per 11 Maret yang lalu.

Presiden Direktur Prudential Indonesia ML Triwardhany mengatakan, langkah ini menjadi komitmen Prudential untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Syariah Indonesia dan visi negara menjadi pusat ekonomi Syariah global.

“Syariah untuk semua. Prinsip ini menganut konsep bahwa nilai-nilai Syariah bersifat universal, inklusif dan relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang karakternya sangat majemuk,” jelas Dhany, sapaan ML Triwardhany melalui keterangan pers secara virtual.

Ia mengungkapkan, unit usaha syariah telah memiliki 49 produk sejak kemunculannya pada tahun 2007. Unit Usaha Syariah Prudential Indonesia memiliki pangsa pasar mencapai 29%, berdasarkan data AAJI di kuartal IV-2021.

“Prudential berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi Syariah dunia. Kami sangat bersyukur atas berbagai pencapaian yang telah diraih oleh Unit Usaha Syariah sejak pertama kali dibentuk pada 2007,” tutur Dhany.

Menurutnya, entitas baru Prudential Syariah merefleksikan kuatnya komitmen dan fokus dalam melayani pasar Syariah untuk menopang pertumbuhan dan meningkatkan kontribusi ekonomi Syariah nasional.

“Melalui pengalaman panjang dan rekam jejak yang sudah teruji, Prudential Indonesia akan senantiasa mendukung Prudential Syariah,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Prudential Syariah Omar Sjawaldy Anwar mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah memiliki 130.000 tenaga pemasar yang siap melayani nasabah lebih dekat, yang tersebar di 152 kota di Indonesia.

“Kami memiliki posisi yang kuat untuk mengembangkan bisnis Syariah dan memperluas jangkauan kami ke masyarakat. Kami sangat optimistis dengan prospek industri Syariah di Indonesia,” tambahnya. (L/R2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)