PSSI Tidak Melarang Bendera Palestina Berkibar di Stadion

(Doc. PSSI)

Jakarta, MINA – Ketum PSSI Erick Thohir telah berkoordinasi dengan FIFA agar bendera Palestina diperbolehkan berkibar dalam kompetisi di bawah naungan FIFA.

Hasilnya, FIFA tidak mempermasalahkan pengibaran bendera Palestina sebagai simbol dukungan atas penyelesaian isu kemanusiaan dan perlindungan HAM.

“FIFA menghargai kebebasan berekspresi. Apalagi terhadap perlindungan HAM dan kemanusiaan. Ini terutama dalam konteks pengibaran bendera Palestina. Jadi, PSSI dalam hal ini menegaskan tidak ada pelarangan apalagi sanksi,” kata Erick seperti dilansir situs resmi PSSI, Kamis (9/11).

Erick pun mengomentari isu yang berkembang bahwa Komite Disiplin PSSI menjatuhi sanksi kepada Persiraja Banda Aceh akibat berkibarnya bendera Palestina. Menurut Erick, hal itu adalah sebuah disinformasi yang disebarkan oleh oknum tak bertanggung jawab karena yang menjadi sorotan adalah soal suporter yang melakukan pitch invasion atau turun ke lapangan.

Baca Juga:  Inilah 13 Keutamaan Ibadah Qurban  

“Jadi, tegas yang terjadi di Persiraja bukan karena ada suporter mengibarkan bendera Palestina, tapi soal suporter yang melakukan pitch invasion yang hal itu tidak diperkenankan. Apalagi kita sangat ketat menerapkan standar keamanan di lapangan seusai peristiwa Kanjuruhan,” tutur Erick .

Senada dengan Erick, Ketua Komite Hukum PSSI Ahmad Riyadh juga menegaskan bahwa pengibaran bendera Palestina bukanlah hal yang dilarang. Oleh karena itu, PSSI tidak akan memberi sanksi melainkan aspirasi.

Riyadh pun mempersilakan suporter untuk menyemarakkan solidaritasnya itu di bangku dan tribune stadion. Layaknya apa yang terjadi di sejumlah liga dunia yang mana suporter sepak bola membentangkan bendera dan spanduk dukungan terhadap nasib Palestina.

Baca Juga:  Pernyataan Sikap Wahdah Islamiyah Atas Genosida Zionis Israel di Gaza

Namun, Riyadh mengingatkan agar tidak ada suporter yang menyerbu masuk ke lapangan (pitch invasion) karena aksi tersebut melanggar peraturan dan membahayakan keselamatan.

“Perlu digarisbawahi bahwa setiap bentuk pitch invasion itu dilarang. Apalagi saat ini kita sedang melakukan transformasi setelah tragedi Kanjuruhan di mana disiplin soal kode keamanan dan keselamatan adalah hal yang mutlak. Karena itu, penonton menyerbu masuk ke lapangan tidak diperkenankan,” kata Riyadh.

Riyadh menambahkan, selama ini komitmen PSSI terhadapi Palestina tak perlu diragukan lagi. Sebab, PSSI dan Federasi Sepak Bola Palestina memiliki relasi spesial, termasuk rutin menggelar kerja sama dan laga uji coba. Teranyar, kata Riyadh, PSSI menawarkan Indonesia sebagai kandang Palestina kala mereka menjamu Australia pada kualifikasi Piala Dunia 2026 November ini.

Baca Juga:  Dua Buku Teguh Santosa Lengkapi Pojok Baca Digital PWI

“Soal komitmen PSSI pada Palestina tak perlu diragukan. Seperti yang diucapkan oleh Ketum PSSI, kandang Indonesia adalah kandang Palestina juga,” ucap Riyadh yang juga anggota komite eksekutif (Exco) PSSI. (R/R11/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)