Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puasa Jangan Bohong: Makna Kejujuran dalam Ibadah Shaum

Bahron Ansori Editor : Widi Kusnadi - Sabtu, 8 Maret 2025 - 08:27 WIB

Sabtu, 8 Maret 2025 - 08:27 WIB

43 Views

PUASA merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam yang tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari segala bentuk perilaku tercela, termasuk kebohongan. Kejujuran dalam berkata dan berbuat adalah nilai utama dalam Islam yang harus tetap dijaga, terutama saat berpuasa. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan bahwa ibadah puasa akan kehilangan maknanya jika seseorang masih berbuat dusta dan berkata bohong.

Berbohong adalah perbuatan yang diharamkan dalam Islam. Dalam hadits shahih, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari No. 1903)

Hadits ini menunjukkan bahwa ibadah puasa tidak hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menuntut seseorang untuk menjaga lisannya dari kebohongan dan perbuatan dosa lainnya. Jika seseorang tetap berbohong, puasanya bisa menjadi sia-sia di sisi Allah.

Baca Juga: Malam ke-29 Ramadhan, 100.000 Jamaah Shalat Tarawih di Masjidil Aqsa

Puasa adalah sarana untuk membersihkan jiwa dan meningkatkan ketakwaan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Qs. Al-Baqarah: 183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah mencapai ketakwaan, yaitu kesadaran penuh untuk selalu taat kepada Allah dan menjauhi segala bentuk maksiat, termasuk kebohongan.

Bohong adalah salah satu dosa besar yang bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kebinasaan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Baca Juga: Khutbah Idul Fitri 1446 H: Peradaban Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin untuk Pembebasan Al-Aqsa dan Palestina

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga. Dan seseorang yang selalu jujur akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kebohongan membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa kepada neraka. Dan seseorang yang terus-menerus berbohong akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari No. 6094, Muslim No. 2607)

Hadits ini menegaskan bahwa kebiasaan berbohong dapat merusak iman dan menjauhkan seseorang dari rahmat Allah. Jika seseorang masih terus berbohong saat berpuasa, maka puasanya hanya menjadi lapar dan haus belaka tanpa mendapatkan pahala yang diharapkan.

Orang yang menjaga kejujuran akan mendapatkan pahala besar dari Allah. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman,

هَٰذَا يَوْمُ يَنفَعُ ٱلصَّٰدِقِينَ صِدْقُهُمْ لَهُمْ جَنَّٰتٌ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا أَبَدًۭا ۚ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

“Inilah hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang jujur kejujurannya. Mereka memperoleh surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah meridai mereka, dan mereka pun meridai-Nya. Itulah kemenangan yang agung.” (Qs. Al-Ma’idah: 119)

Baca Juga: Khutbah Idul Fitri: Mengokohkan Ukhuwah, Meneguhkan Dukungan untuk Pembebasan Al-Aqsa

Dari ayat ini, dapat disimpulkan bahwa orang yang menjaga kejujuran, termasuk saat berpuasa, akan mendapatkan ridha Allah dan kebahagiaan di akhirat.

Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih diri untuk menghindari segala perbuatan yang merusak nilai ibadah, termasuk kebohongan. Rasulullah ﷺ telah memperingatkan bahwa orang yang tetap berdusta saat berpuasa tidak akan mendapatkan pahala dari Allah. Oleh karena itu, seorang Muslim harus menjaga kejujurannya, baik dalam perkataan maupun perbuatan, agar puasanya benar-benar menjadi sarana peningkatan ketakwaan dan meraih keberkahan dari Allah.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Khutbah Idul Fitri: Kembali pada Fitrah Kesucian

Rekomendasi untuk Anda

MINA Preneur
MINA Preneur
MINA Preneur
Kolom