Puluhan Ekstrimis Yahudi Serbu Al-Aqsa Gelar Ritual Ibadah

(Foto: Wafa)

Kota Al-Quds, MINA – Puluhan pemukim ekstrimis Yahudi yang dikawal polisi Israel, Ahad pagi (25/9), menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki dan melakukan ritual ibadah di halamannya, menurut saksi mata dilaporkan Kantor Berita Wafa.

Departemen Wakaf Islam yang dikelola Yordania, pihak bertanggung jawab atas tempat suci itu, mengatakan sejumlah pemukim ekstrimis Yahudi Israel memasuki kompleks itu melalui Gerbang Maroko secara berkelompok dan melakukan ritual dan ibadah Talmud di sana, di bawah perlindungan ketat petugas polisi Israel.

Ratusan pemukim juga melakukan ritual di alun-alun Tembok Al-Buraq, yang menghadap ke Masjid Al-Aqsa sebelah barat.

Perkembangan itu terjadi di tengah seruan organisasi pemukim sayap kanan untuk mengadakan penyerbuan massal ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, termasuk Masjid Al-Aqsa, mulai awal pekan ini.

Kelompok ultranasionalis Yahudi telah meminta pengikut mereka untuk hadir secara massal di Masjid Al-Aqsa selama Tahun Baru Yahudi yang akan datang, yang dimulai pada hari Senin (25/9), dan hari libur Sukkot berikutnya.

Beberapa bahkan menyerukan untuk meniup terompet selama ritual keagamaan Yahudi di dalam halaman kompleks suci.

Sejak 2003, otoritas pendudukan Israel telah mengizinkan pemukim ekstrimis Yahudi memasuki kompleks Al-Aqsa hampir setiap hari, dengan mengesampingkan hari Jumat, hari libur dan ibadah umat Islam.

Pelaksanaan ritual ibadah Yahudi di dalam kompleks Masjid Al-Aqsa dilarang berdasarkan perjanjian dengan Yordania, penjaga tempat-tempat suci di Yerusalem, termasuk Masjid Al-Aqsa.

Israel merebut Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, selama Perang Enam Hari pada 1967 dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.(R/R1/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)