Puluhan Pemukim Yahudi Serbu Al-Aqsa, Warga Palestina Diusir Keluar

Yerusalem, MINA – Puluhan pemukim Yahudi menyerbu masuk Masjid Al-Aqsa, Senin (10/8) pagi, dipimpin Rabbi Yehuda Glick dengan pengawalan ketat polisi pendudukan Israel. Bersamaan dengan itu polisi Israel mengusir keluar warga Palestina yang ada di Masjid Al-Aqsa.

Departemen Wakaf seperti dikutip MINA dari Arab 48 melaporkan, puluhan pemukim menyerbu kawasan Al-Aqsa dan menerima penjelasan tentang dugaan kuil Yahudi, serta melakukan ritual Talmud di sisi timur masjid, di seberang Bab Al-Rahma dan Masjid Kubah Batu, sebelum mereka meninggalkannya melalui gerbang Al-Silsila.

Glick berada di garis depan para pemukim, yang memberi penjelasan tentang struktur yang diduga kuil dan melakukan tur provokatif di halaman masjid, dengan dijaga oleh polisi Israel, yang mencegah orang-orang Palestina mendekati para pemukim tersebut.

Pasukan pendudukan membuka wilayah timur untuk pemukim, sementara mereka menutupnya bagi orang-orang Yerusalem, dan mengosongkan masjid dari jamaah orang-orang Palestina.

Serbuan pemukim ke Al-Aqsa terjadi setiap hari, mereka datang dengan seruan dari kelompok pemukim untuk melakukan serangan besar, dan mencoba untuk menguasai masjid Al-Aqsa, mengubah kondisi di dalamnya, serta membaginya dalam ruang dan waktu.

Penjaga Al-Quds, Khadija Khwais, memperingatkan bahwa wilayah timur Masjid Al-Aqsa akan mengalami seperti kondisi di Tembok Al-Buraq.

Khwais menyatakan, apa yang terjadi sekarang di wilayah timur mirip dengan apa yang dilakukan pemukim di Tembok Al-Buraq 100 tahun lalu ketika mereka duduk dan menangis, dan membawa kitabnya ke dekat tembok.

Dia mencatat, rntetan peristiwa menunjukkan niat pendudukan untuk menguasai wilayah timur, agar menjadi hak milik mereka.

Pasukan pendudukan terus memberlakukan larangan bagi jamaah untuk memasuki masjid, memeriksa identitas mereka, dan menahan beberapa dari mereka di gerbang luarnya.

Selain itu, otoritas pendudukan membuat surat keputusan bagi warga Yerusalem Muhammad Al-Zughayer untuk diusir dari Masjid Al-Aqsa yang diberkati untuk jangka waktu 6 bulan.

Pasukan pendudukan Israel sebelumnya telah mengusir pemuda Zughayer dari Al-Aqsa selama sepekan setelah ditangkap pada akhir bulan lalu.

Muhammad al-Zughayer dianggap sebagai salah satu petugas tetap di Al-Aqsa, dan jika terjadi pengusiran, dia menunaikan shalat di gerbang masjid, ditemani oleh sekelompok orang yang diusir.

Otoritas pendudukan meningkatkan penargetan mereka terhadap orang-orang Palestina di Masjid Al-Aqsa, dengan mengejar mereka, menangkap mereka, mengusir mereka, dan terus menerus menyerang mereka.

Eskalasi pendudukan datang sebagai akibat dari upaya terus menerus oleh otoritas pendudukan untuk mengubah fakta di lapangan di dalam Al-Aqsa, dan melewati pembagiannya dalam ruang dan waktu. (T/B04/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)