Puluhan Pengungsi Rohingya Terapung di Laut Andaman Sejak Sabtu (20/2)

Bangladesh, MINA – Puluhan pengungsi Rohingya, terombang ambing di Laut Andaman, sejak Sabtu (20/2) karena matinya mesin kapal, dengan Jumlah yang belum bisa dipastikan.

Berdasarkan data wikipedia, Laut Andaman terletak di tenggara Teluk Benggala, selatan Myanmar dan barat Thailand. Laut ini merupakan bagian dari Samudra Hindia dengan panjang 1200 km (utara-selatan) dan lebar 650 km (timur-barat), dengan luas 797.700 km2.

Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR) Jumat (26/2) melaporkan, saat ini kondisi mereka tengah terombang-ambing sebab mesin perahu mati di tengah Laut Andaman, demikian keterangan yang diterima MINA.

Direktur Biro Regional UNHCR untuk Asia dan Pasifik Indrika Ratwatte menegaskan, menolong nyawa seharusnya menjadi prioritas.

“Sejalan dengan kewajiban internasional di bawah hukum laut dan tradisi maritim yang sudah berlangsung lama, kewajiban untuk menyelamatkan orang-orang yang kritis di laut harus dilakukan, tanpa memandang kebangsaan atau status hukum,” jelas Indrika.

Sementara itu, penjaga pantai India menemukan 81 orang masih hidup di kapal dan memberi mereka makanan, air, dan perawatan medis. Sejumlah 47 penumpang memiliki kartu identitas dari UNHCR yang dikeluarkan di Bangladesh.

Identitas tersebut menunjukkan, manusia perahu itu adalah warga negara Myanmar yang mengungsi.

Krisis pengungsi Rohingya menjadi salah satu kasus yang paling kompleks dalam kemanusiaan internasional. Kasus memuncak pada Agustus 2017, ketika hampir 800 ribu orang bermigrasi meninggalkan Myanmar menuju Bangladesh. (R/R8/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)