Putin dan Macron Tegaskan Kembali Komitmennya pada Kesepakatan Nuklir Iran

Moskow, MINA – Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada Selasa (15/5), sepakat kedua negara akan terus menghormati kesepakatan nuklir Iran meskipun Amerika Serikat (AS) keluar.

Selama percakapan telepon, kedua pemimpin berbicara antara lain tentang perkembangan terbaru mengenai kesepakatan nuklir Iran, atau Rencana Aksi Komprehensif Gabungan, setelah penarikan sepihak Washington dari kesepakatan, lapor Xinhua mengutip pernyataan Kremlin.

“Mereka menegaskan kesiapan Rusia dan Perancis untuk terus mematuhi perjanjian ini,” katanya seperti dikutip MINA dari The Asian Independent.

Dalam pembicaraan itu, Putin juga menyampaikan belasungkawa atas serangan teroris di Paris pada hari Sabtu (12/5).

Di samping itu kedua presiden membahas persiapan kunjungan Macron ke Rusia pada 24-25 Mei dan mengoordinasikan berbagai masalah internasional serta bilateral untuk pembicaraan mereka pada kesempatan itu.

“Mereka juga bertukar pandangan tentang  Suriah,” kata pernyataan itu.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pekan lalu, bahwa AS akan menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan memberlakukan “tingkat tertinggi” sanksi ekonomi terhadap Teheran, hal itu telah memicu kecaman global.

Menteri Luar negeri Iran dan Rusia pada hari Senin (14/5) sepakat, bahwa negara-negara mereka akan menjunjung tinggi kesepakatan itu dan meminta penandatangan lain untuk kesepakatan guna membela kepentingan sah mereka yang ditetapkan oleh perjanjian ini.

Perjanjian ini ditandatangani pada tahun 2015 oleh Iran dan lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa – Rusia, AS, Inggris, Cina dan Perancis – plus Uni Eropa dan Jerman. (T/B05/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments: 0