Putin Tolak Tawaran Israel Tengahi Konflik Rusia-Ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett bertemu di Sochi, Rusia pada 22 Oktober 2021. (Foto: Kantor Pers Pemerintah Israel - Anadolu Agency)

Moskow, MINA – Presiden Rusia Vladimir Putin telah menolak tawaran Perdana Menteri Israel Naftali Bennett untuk menengahi dalam upaya mengakhiri perang di Ukraina, Globes melaporkan Ahad (27/2).

Menurut Globes, media Rusia melaporkan bahwa Putin menolak tawaran Bennett untuk menengahi Israel dan menekankan, para pemimpin Ukraina telah menerima proposal untuk bernegosiasi di Belarus.

Putin menyebut otoritas Ukraina sebagai “teroris” dan “neo-Nazi”.

Bennett mengatakan dia bersedia untuk menengahi antara Rusia dan Ukraina, dan “Israel bersedia membantu jika diminta, dan kapan saja, untuk menyelesaikan krisis dan menyatukan kedua pihak.”

Sebuah sumber diplomatik mengatakan kepada Jerusalem Post, “Putin terbuka untuk tawaran Bennett” yang datang menyusul beberapa permintaan yang dibuat oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Harian Israel juga melaporkan sumber diplomatik senior yang mengatakan, Israel tidak mungkin menjadi perantara antara Rusia dan Ukraina.

Intervensi militer Rusia di Ukraina memasuki hari kelima pada hari Senin, dengan laporan terbaru menunjukkan bahwa pasukan Rusia bergerak menuju ibu kota Kyiv dari beberapa arah.

Putin telah memerintahkan intervensi militer pada Kamis (24/2), hanya beberapa hari setelah mengakui dua wilayah yang dikuasai separatis di Ukraina timur.

Dia mengklaim bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk menduduki negara tetangga, tetapi ingin “demiliterisasi” dan “denazifikasi” Ukraina.(T/R1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)