Yerusalem, MINA – Rabi Yahudi Amram Blau awal Bulan ini mengatakan, penyerbuan yang dilakukan oleh Zionis Israel ke Masjid Al-Aqsa merupakan dosa besar dan bertentangan dengan Kitab Taurat dan Agama Yahudi.
“Apa yang dilakukan Zionis itu bertentangan dengan ajaran Taurat dan ajaran Agama Yahudi. Mereka melakukan apapun yang mereka inginkan di seluruh Palestina dan Yerusalem. Ini adalah dosa besar bagi setiap pengikut Yahudi untuk memasuki Temple Mount (Bukit Bait Suci), yaitu Masjid Al-Aqsa,” kata Blau melalui Twitter.
Sejak 2003, otoritas pendudukan Israel mengizinkan pemukim ekstrimis Yahudi memasuki kompleks Al-Aqsa hampir setiap hari, kecuali hari Jumat, hari raya dan ibadah umat Islam.
Dewan Wakaf Islam Palestina berulang kali menggambarkan kehadiran para pemukim ekstrimsi Yahudi di Masjid Al-Aqsa sebagai hal yang provokatif.
Baca Juga: Jurnalis Radio Suara Al-Aqsa di Gaza Syahid Bersama Keluarganya
Bagi umat Islam, Al-Aqsa merupakan tempat paling suci ketiga di dunia setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Arab Saudi. Orang Yahudi mengklaim kompleks Masjid Al-Aqsa sebagai Temple Mount karena dua kuil Yahudi berada di sana sejak zaman kuno.
Israel merebut Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, selama Perang Enam Hari pada 1967 dalam suatu tindakan yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.
Baru-baru ini, masyarakat internasional juga dikejutkan dengan kabar Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir yang melakukan kunjungan ke kompleks Masjid Al-Aqsa pada Selasa (3/1).
Kunjungan tersebut menuai kecaman keras di seluruh dunia, dengan AS, sekutu terdekat Israel, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kunjungan tersebut.
Baca Juga: Genosida Gaza: Per 2 April 2025 Sebanyak 50.423 Syahid, 114.638 Luka
Uni Emirat Arab dan China hari Selasa (3/1) menyerukan pertemuan Dewan Keamanan PBB setelah Ben-Gvir memasuki halaman Masjid Al-Aqsa.(T/R7/R1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Lakukan Pembantaian di Gaza, 40 Lebih Orang Syahid