Radio Silaturahim Bedah Buku “Asasin” di Masjid UI

Jakarta, MINA – Radio Silaturahim (Rasil) bekerja sama dengan Republika Penerbit menggelar acara Bedah Buku “Sebuah Memoar: Asasin” yang ditulis oleh Nuim M Khaiyath, seorang wartawan senior, di Masjid Ukhuwah Islamiyyah Universitas Indonesia (UI) Depok, Sabtu (3/8) pagi.

Acara yang berlangsung selama hampir tiga jam itu menghadirkan nara sumber antara lain, penulis yang juga sekaligus bertindak sebagai tokoh utama dalam buku tersebut Nuim M Khaiyath bersama Guru Besar Ilmu Komunikasi UI Prof Ibnu Hamad, dan dipandu penyiar Rasil Angga Aminuddin.

Nuim dalam sambutannya di depan peserta mengatakan bahwa buku yang diterbitkan Republika Penerbit tersebut merupakan kisah nyata dari sepenggal perjalanan hidupnya sebagai seorang wartawan, penyiar radio, sekaligus dipersiapkan untuk menjadi seorang ‘asasin’, pembunuh bayaran.

“Buku ini adalah buku yang saya tulis dari kisah nyata perjalanan saya sebagai seorang wartawan sekaligus mendapat tugas menjadi seorang pembunuh. Dunia seakan rumit ketika kita menerima tugas itu. Menolak jelas bukan pilihan yang bagus,” katanya.

Pimpinan Rasil, Ichsan Thalib mengatakan, acara bedah buku tersebut bukan sekedar untuk mendengarkan kisah perjalanan hidup dari seorang Nuim, tetapi juga bagaimana mengambil pelajaran dari setiap lika-liku perjuangannya, khususnya dalam lingkup keindonesiaan.

“Demikian sangat cintanya kepada negerinya (Indonesia), Pak Nuim pernah ditawari sebagai warga negara Saudi, dia tidak terima. Ditawari sebagai warga negara London (Inggris), dia tidak terima. Terakhir, ditawari sebagai warga negara Australia, dia tetap memilih Indonesia,” katanya.

Menurut Ichsan, Nuim M Khaiyath merupakan satu aset bangsa yang sangat berharga. Oleh karena itu, perjalanan hidup dari pria yang lahir di Medan, tahun 1938 itu, bukan hanya sebagai perjalanan hidup pribadi saja, tetapi juga sebagai perjalanan literasi bangsa ini.

“Ini menjadi contoh anak bangsa yang cinta negeri, bukan hanya teriak paling NKRI. Juga kritik beliau dalam perjalanan hidup bangsa, luar biasa. Perjalanan hidup beliau adalah inspirasi anak bangsa, pengingat kita semua, pengingat kehidupan yang terekam dalam langkah jejaknya,” ujarnya.

Ia menegaskan, buku “Sebuah Memoar: Asasin” adalah sebuah karya yang sangat luar biasa, isi yang terkandung di dalam banyak yang luput dari catatan sejarah Indonesia sehingga sangat cocok untuk menambah khazanah keilmuan sejarah generasi bangsa.

“Buku ini sangat layak untuk dibaca semua kalangan. Kita patut untuk mengambil hikmah yang ada di dalamnya. Melalui acara ini, selain membedah buku Pak Nuim, ini juga sebagai ajang silaturahmi para pendengar pecinta Pak Nuim Khaiyath yang setiap Senin hadir di Rasil,” katanya. (L/R06/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)