Raed Salah: Meski Seribu Sapi Merah Disembelih, Al-Aqsa Tetap Tidak akan Berubah

Syekh Raed Salah. (Foto: Palinfo)

Yerusalem, MINA – Syekh Raed Salah, pemimpin Gerakan Islam di wilayah pendudukan utara Palestina, menegaskan meskipun Zionis menyembelih seribu sapi merah dan darahnya mengalir di ambang Masjid Al-Aqsa yang diberkati, hal itu tidak akan mengubah fakta abadi dari Palestina.

Ia mengatakan, “Masjid Al Aqsa, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an: “Maha Suci Dia yang membawa Hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, yang sekelilingnya Kami berkahi, untuk menunjukkan kepadanya Tanda-tanda kita. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” Demikian dikutip dari Palinfo, Sabtu (20/4).

Hal itu ia sampaikan dalam sebuah video, mengomentari serangan Zionis ke Masjid Al-Aqsa dan pelanggaran serta penodaan kesuciannya, yang terbaru adalah seruan mereka untuk menyembelih kurban dengan imbalan hadiah besar.

“Akhir-akhir ini, telah terjadi banyak perbincangan mengenai persoalan sapi merah dan penyembelihannya, serta dampak penyembelihannya terhadap Masjid Al-Aqsa yang diberkahi, dan tentunya terdapat berbagai analisis mengenai hal tersebut dan nampaknya telah mengambil dimensi global dalam konteks ini. Media yang sudah mulai membahas masalah ini,” kata Syekh Salah.

Baca Juga:  Dua Drone Irak Targetkan Komplek Zionis di Palestina

Dia menjelaskan, Masjid Al-Aqsa yang diberkahi sebelumhya telah menjadi sasaran pendudukan Tentara Salib. Pada masa itu, Tentara Salib mengubah musala Marwani menjadi kandang kuda mereka dan mereka menggali lubang di tiang-tiang musala Marwani, kemudian mereka biasa mengikat kuda pada tiang-tiang itu.

“Wajar jika kuda-kuda ini buang air besar di musala Marwani dan izinkan saya bertanya, apakah perilaku ini mengubah sesuatu di Masjid suci Al-Aqsa? Jawabannya jelas: Masjid Al-Aqsa yang diberkahi tetap seperti sekarang dan akan tetap demikian sampai hari kiamat,” ujarnya.

“Biarkan saya berhenti dan fokus pada adegan lainnya. Ketika Tentara Salib mengubah Kubah Batu menjadi sebuah gereja. Pada batu yang masih berada di bawah atap Kubah Batu, mereka menggali lubang berbentuk silinder di dalamnya. Mengapa? Karena mereka biasa meletakkan babi di atas batu itu, menyembelihnya dan darahnya akan mengalir dari lubang silinder itu. Darah babi yang disembelih mengalir di bawah atap Kubah Batu. Apakah darah babi-babi itu mengubah sesuatu di Masjid Al-Aqsa? Jawabannya jelas: Masjid Al-Aqsa yang diberkahi tetaplah Masjid Al-Aqsa yang diberkahi dan akan tetap demikian sampai hari kiamat,” tambahnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Amal di Bulan Haji

“Oleh karena itu, saya katakan dengan penuh keyakinan, sekalipun seribu ekor sapi merah disembelih, tidak akan mengubah apa pun di Masjid Al-Aqsa yang diberkahi, dan akan tetap abadi dengan kebenarannya, sebagaimana kebenaran abadi dari Kitab Suci Al-Quran,” tegasnya.

“Dan kita akan terus membaca firman Allah SWT: ‘Maha Suci Dia yang membawa Hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, yang sekelilingnya Kami berkahi, untuk menunjukkan kepadanya Tanda-tanda kita. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.’” tuturnya.

Kelompok ekstremis “Return to the Temple Mount” mengumumkan alokasi imbalan finansial sebesar 50.000 shekel kepada siapa saja yang berhasil menyelundupkan dan menyembelih kurban di dalam situs suci Islam pada hari libur Paskah Yahudi, pada hari Ahad dan Senin mendatang. Mereka juga mengalokasikan imbalan finansial lainnya kepada siapa saja yang mencoba menyelundupkan pengorbanan tersebut meski gagal. (T/R7/P2)

Baca Juga:  Warga Gaza: ICC Tak Adil Samakan Korban dan Pembantai

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: sri astuti

Editor: Widi Kusnadi