Raja Yordania: Konflik Besar Terjadi Jika Israel Aneksasi Tepi Barat

Raja Yordania Abdullah II (foto istimewa)

Amman, MINA – Raja Yordania Abdullah II memperingatkan kemungkinan akan terjadi konflik bersekala besar jika Israel melanjutkan rencana menganeksasi sebagian besar wilayah milik Palestina di Tepi Barat yang diduduki.

Israel telah berjanji untuk menganeksasi permukiman Yahudi dan Lembah Yordania yang berarti dapat mengakhiri proses perdamaian dan hampir mustahil menciptakan negara Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selangkah lagi mencapai sebuah kesepakatan untuk membentuk pemerintahan setelah lebih dari setahun mengalami kebuntuan politik.

“Para pemimpin yang merekomendasikan solusi satu negara tidak mengerti apa artinya itu,” kata Raja Yordania Abdullah II mengatakan dalam sebuah wawancara dengan majalah Jerman Der Spiegel dari Al Jazeera, Sabtu (16/5).

“Apa yang akan terjadi jika Otoritas Palestina runtuh? Akan ada lebih banyak kekacauan dan ekstremisme di wilayah itu. Jika Israel benar-benar mencaplok Tepi Barat pada Juli, itu akan menyebabkan konflik besar,” tambahnya.

Yordania adalah sekutu dekat Barat dan satu dari hanya dua negara Arab yang telah menandatangani perjanjian damai dengan Israel. Raja Abdullah menolak untuk mengatakan apakah aneksasi akan mengancam perjanjian tersebut.

“Saya tidak ingin membuat ancaman dan menciptakan suasana perselisihan, tetapi kami sedang mempertimbangkan semua opsi. Kami setuju dengan banyak negara di Eropa dan komunitas internasional bahwa hukum kekuasaan tidak boleh diterapkan di Timur Tengah,” katanya. (T/RE1/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)