Rakornas PPPA Bahas Perlindungan Perempuan dan Anak di Masa Pandemi

Bali, MINA – Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Rakornas Pembangunan PPPA) Tahap III Tahun 2020 yang dilaksanakan di Bali membahas sejumlah isu, di antaranya upaya yang dilakukan bagi perempuan dan anak dalam masa pandemi Covid-19 hingga upaya percepatan pembangunan perempuan dan anak pada 2021 mendatang.

Provinsi Bali sebagai tuan rumah acara Rakornas PPPA Tahap III, dalam beberapa hari ini menjadi daerah dengan angka kasus Covid-19 yang tinggi. Demikian keterangan yang diterima MINA Kamis (17/9).

Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) terus berupaya memberikan perlindungan maksimal khususnya bagi perempuan dan anak dalam menghadapi ancaman Covid-19.

“Keluarga mempunyai peran penting untuk  mengedukasi anggota keluarganya sendiri dan lingkunganya untuk pencegahan penyebaran Covid-19, demi menciptakan perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia maju,” ujar Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra.

Selain Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga diketahui memiliki angka kasus Covid-19 yang cukup tinggi.

Selain itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi NTB, Husnani Diati mengatakan, pemerintah NTB terus berupaya mencegah dan menangani persoalan pandemi ini khususnya melalui penguatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan, yaitu membagikan masker bagi anak-anak yang merupakan hasil produksi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan pelaku usaha perempuan.

“Semula, pada awal pandemi Maret lalu, kami hanya fokus pada penanganan Covid-19 bagi orang dewasa, seperti menyediakan masker untuk mereka. Ternyata banyak anak-anak yang positif terjangkit Covid-19, bahkan mencapai 101 anak di awal Juni 2020.

Akhirnya kami bersama tim Penggerak PKK dan Dinas Koperasi Provinsi NTB berupaya mencegah dan menangani persoalan ini dengan membagikan masker khusus anak yang diproduksi oleh para perempuan UMKM.

Selain masker, masyarakat juga diberikan 120 ribu paket bantuan yang berisi makanan seperti kue kering, abon, minyak kelapa. Seluruh makanan tersebut juga merupakan hasil produksi dari olahan masyarakat setempat yang melibatkan 2 ribu perempuan pelaku UMKM,” ujarnya.

Selain itu, Husnani menilai program ini sangat efektif, selain dapat menurunkan angka kasus anak yang positif terjangkit Covid-19 melalui pembagian masker anak, pemerintah NTB juga dapat sekaligus memberdayakan ekonomi perempuan dengan tetap meningkatkan rasa cinta kepada produk lokal.

Melalui program ini, Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah juga berhasil mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo.

Sekertaris Kementerian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu mengatakan, dalam upaya menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang saat ini marak terjadi, sekaligus untuk memperkuat layanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan. (R/SH/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)