Ramadhan, Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Lampung Adakan Daurah Bahasa Arab

Bandar Lampung, 8 Ramadhan 1437/ 13 Juni 2016 (MINA) – Jamaah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung mengadakan Daurah (pendidikan dan pelatihan-red) Intensif Bahasa Arab khusus untuk para Umaro atau pimpinan.

Dibuka pada Ahad, (12/6), daurah akan efektif diadakan pada 13-27 Juni 2106/8-20 Ramadhan 1437 H bertujuan untuk menegakkan sunah dan memahami betapa pentingnya bahasa Arab sebagai alat komunikasi  dan sebagai kunci untuk memahami Al-Quran dan Hadist.

Ketua Panitia Daurah, Dr. Lili Sholehudin kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA), usai acara pembukaan daurah mengatakan, dengan memahami bahasa Arab, artinya memahami Al-Qur’an dan Sunnah.

“Dengan adanya program ini kita akan mendapatkan sesuatu yang besar yaitu dapat membaca kitab-kitab para ulama  dari sumber aslinya seperti Ibnu Katsir, kitab Jalalayn dan sebagainya tanpa melihat terjamahannya  juga dapat  memahami isi Al Qur’an dan Hadist,” katanya.

Menurut dia, target peserta daurah pada Ramadhan tahun ini yang sudah terdaftar 83 peserta, dari  jajaran pimpinan Jama’ah Muslimin, pemuda, dan pemudi.

Adapun syarat menjadi peserta, fokus pada satu tujuan, mau kerja keras dan kerja cerdas sampai mendapatkan apa yang dituju serta optimis bisa berbahasa Arab.

“Jangan sampai faktor usia dan ekonomi menjadikan kita tidak dapat belajar dan menguasai bahasa,” pesannya kepada peserta kegiatan yang berlangsung selama 15 hari

Mengenai teknis pelaksanaan, Lili mengatakan, peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok dengan pembagian waktu.

“Untuk waktunya dari ba’da shalat Subuh sampai jam 7:30 pagi kemudian dilanjutkan  ba’da Ashar 16:00 – 17:30.  tempat, di Masjid At-Taqwa Muhajirun, Negararatu, Natar Lampung Selatan,” katanya.

Lili juga menjelaskan Kampung Muhajirun sebagai Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah) di Lampung memang sering kedatangan tamu dari luar negeri yang menuntut penduduknya untuk dapat berbahasa asing.

“Kita sebagai tuan rumah merasa kesulitan berkomunikasi dengan mereka karena keterbatasan bahasa, dan ini fakta yang akan menjadi tuntutan bagi kita untuk belajar bahasa Arab. Belajar bahasa itu bukan diingat-ingat atau dihafal melainkan dipraktekan dan diucapkan,” ujarnya.

Lili berharap program ini berkelanjutan sehingga tidak hanya jajaran pimpinan, namun seluruh warga Kampung Muhajirun ini dapat menguasai bahasa asing khususnya bahasa Arab.

“Selama program ini dibutuhkan. Maksudnya, selama Muhajirun belum bisa berbahasa Arab program ini tetap ada,” tambahnya.

Materi daurah sendiri meliputi penggunaan ungkapan kalimat sederhana bahasa Arab yaumiyah atau sehari-hari dan akan diadakan musabaqah atau perlombaan setiap tiga hari sekali pada kelompok yang telah ditentukan.

Untuk pemateri daurah diambil dari pengajar Bahasa Arab di Ma’had Al-Fatah, Dosen Shuffah Al-Qur’an Abdullah Bin Mas’ud (SQABM) Online, dan juga praktisi bahasa.

“Pemateri daurah ada Ustadz Abu Yahya asal Gaza Palestina, Ustadz Didik Setiawan ,MA. Ustadz Abdullah Mutholib, Ustadz Muflihudin,Lc, Ustadz Muhammad Iqbal S.Pd.I, Ustadz Samsul Qomarudin S.Pd.I, Ustadz Hidayaturohman, MA, Ustadz Nur Ikhwan Abadi, dan Ustadz Mihad S.Pd.I,” kata Lili.(L/K08/R01).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).