Ramadhan, Perbanyak Baca Al-Quran dan Sedekah

Jakarta, 12 Ramadhan 1438/7 Juni 2017 (MINA) – Ramadhan adalah bulan sedekah untuk memberi dan menyantuni fakir miskin. Ramadhan juga bulan Al-Quran. Karenanya menjadi saat tepat untuk memperbanyak baca dan memahaminya.

Pesan ini disampaikan Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Ishom Yusqi saat memberikan Kultum Ramadhan di Musholla At Tarbiyah Gedung Kemenag lantai VII, beberapa waktu lalu. Demikian keterangan pers Kemenag yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

“Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasalam menganjurkan memperbanyak amal saleh selama Ramadhan. Karenanya, momen Ramadhan harus dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Ishom mengingatkan ASN Ditjen Pendis agar tidak menggunakan waktunya untuk main game di ruangan. Sebaliknya, waktu yang ada dimanfaatkan untuk bekerja dan disempatkan membaca Al-Quran.

Setiap masuk Ramadhan, lanjut Ishom, rumah-rumah sahabat nabi riuh seperti bunyi tawon oleh suara mengaji mereka di rumah. “Coba bandingkan dengan rumah kita saat ini, apakah ramai digunakan untuk membaca Al-Quran atau dengan kegiatan lainnya,” tutur Ishom.

Di hadapan kurang lebih 100 jamaah Zuhur, Ishom Yusqi juga menekankan pentingnya memperbanyak i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. “Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasalam, tidak pernah meninggalkan itikaf di tanggal-tangal itu karena biasanya lailatul qadar akan turun,” ujarnya.

“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasalam apabila memasuki sepuluh terakhir Ramadhan, beliau menguatkan ikatan tali sarungnya (yakni meningkat amalan ibadah baginda), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya,” katanya mengutip sebuah riwayat hadits. (T/R05/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)