Daud Pakeh: Ramadhan, Tingkatkan Kesalihan Dalam Dimensi Sosial

Banda Aceh, MINA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi aceh, Daud Pakeh mengajak umat Islam di Aceh memanfaatkan momen Ramadhan menjadikan diri sebagai pribadi yang salih dan meningkatkan kesalihan dalam dimensi sosial.

“Kita sangat bersyukur, Allah masih mempertemukan kita semua dengan bulan yang mulia ini, seyogyanya kita manfaatkan sebaik mungkin, untuk menjadi pribadi yang salih dan menumbuhkan kesalihan sosial, sehingga dapat memperoleh predikat takwa di akhir Ramadhan,” ajak Kakanwil, Ahad (12/5).

Dikatakannya, manusia diwajibkan Allah untuk berpuasa, tapi sudah menjadi sunnatullah bahwa hewan juga berpuasa, walaupun setelah berpuasa status hewan tetaplah hewan. Kakanwil mencontohkan beberapa hewan yang berpuasa dalam hidupnya.

“Seekor elang yang berumur 40 tahun, untuk bertahan hidup dan memperpanjang umur, alternatifnya adalah dengan berpuasa, ia terbang jauh ke hutan atau gua dan menetap di sana, dengan paruhnya elang mencabut seluruh bulunya, kemudian mencabut semua cakarnya, elang juga mengetok-ngetok batu untuk melepaskan paruhnya, setelah semua terlepas, ia berlindung di satu tempat, dan berpuasa selama 150 hari. Setelah berpuasa, kondisi elang tumbuh bagian tubuh baru semua,” jelas Kakanwil.

Lanjutnya, kemudian terbanglah elang dalam kondisi elang tua dengan bagian tubuh yang baru, ia  punya kesempatan untuk hidup 30 tahun lagi.

“Bagitu juga ular jika ingin panjang umurnya, maka harus ganti kulit dengan cara berpuasa, ular berpuasa selama 21 hari. Demikian dengan ulat, jika ingin lebih lama umurnya maka ia juga berpuasa, dalam istilah ilmiahnya mengalami metamorfosis, dari kepompong menjadi kupu-kupu,” sebutnya.

Sebelum puasa, namanya elang tetap elang, Setelah puasa namanya juga elang. Makanannya juga tetap sama, sama halnya dengan ular.

“Namun puasa elang dan ular berbeda dengan ulat. Sebelum puasa namanya ulat. Setelah puasa namanya menjadi kupu-kupu. Sebelum puasa makanan ulat adalah daun dan merusak tanaman, setelah puasa, makanan ulat sari putik bunga. Sebelum puasa, cara jalan ulat menggeliat. Tapi setelah puasa ulat jadi kupu-kupu dan dapat terbang, menjadi indah dan disukai manusia,” ujarnya.

Karena itu, kita manusia seharusnya dengan berpuasa mampu menghijrahkan diri kita agar menjadi lebih baik dan semakin takwa.

“Orang yang bertakwa akan selalu menjaga kebersamaan di tengah umat, dan selalu menebarkan kebaikan, menjaga lisan dari yang dilarang, dan tidak menyebarkan berita bohong atau hoaks, dengan Ramadhan kita melatih diri untuk saling toleransi dan menghargai sehingga kebaikan itu menjadi kebiasaan bagi individu setelah Ramadhan,” tambah Daud Pakeh. (L/AP/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)