Rashida Tlaib Batalkan Rencana Kunjungannya ke Tepi Barat

Washington, MINA – Anggota DPR Amerika Serikat Rashida Tlaib, seorang wanita Palestina beragama Islam membatalkan kunjungannya ke Tepi Barat, Palestina, hanya beberapa jam setelah Menteri Dalam Negeri Israel, Aryeh Deri menyatakan akan mengizinkan Tlaib menengok neneknya dengan “alasan kemanusiaan.”

Dalam cuitan pada Jumat (16/8), seperti dikutip dari Voice of America (VOA) Tlaib menulis, “Ini akan mengecewakan saya. Saya telah memutuskan bahwa mengunjungi nenek saya di bawah kondisi yang menekan, ini bertentangan dengan semua yang saya yakini perang melawan rasisme, penindasan dan ketidakadilan.”

Sebelumnya, Pemerintah Israel melarangnya memasuki Palestina untuk perjalanan politik yang direncanakan, bersama rekannya Ilhan Omar, wanita yang juga anggota Kongres dari Partai Demokrat dan beragama Islam.

Setelah pengumuman ditolaknya kunjungan ke Palestina tersebut, Tlaib mengajukan permohonan pribadi dalam sebuah surat yang ditujukan kepada Mendagri Israel, yang disetujui pada Jumat, demikian dilansir WAFA.

Dalam surat itu, Tlaib mengatakan ia akan “menghormati restriksi apapun dan tidak akan mendorong boikot terhadap Israel.”

Deri dalam cuitannya menulis ia telah menyetujui permintaan Tlaib untuk menunjukkan iktikad baik “tetapi ini hanya permintaan provokatif, bertujuan untuk menghancurkan Negara Israel. Tampaknya kebenciannya terhadap Israel mengalahkan cinta kepada neneknya.”

Israel menyatakan menolak kedatangan Tlaib dan Omar ke negara itu, sehingga memicu kontroversi baru dalam perdebatan mengenai dukungan AS bagi sekutunya di Timur Tengah itu. Omar tidak disebut-sebut dalam pengumuman terbaru Israel. Kedua anggota fraksi Demokrat itu adalah pengkritik keras Israel dan perlakuan terhadap warga Palestina. Mereka sedianya akan mengunjungi Israel dan beberapa kota di Tepi Barat. (T/Sj?P1)

Mi’raj News Agency (MINA)