Ratusan Ekstrimis Yahudi Adakan Ritual Provokatif di Halaman Masjid Al-Aqsa

Al-Quds, MINA – Ratusan pemukim ekstrimis Yahudi yang dikawal ketat polisi pendudukan Israel, sejak Ahad pagi (8/7), menyerbu masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Kota Al-Quds (Yerusalem) yang diduduki dan melakukan ritual provokatif di halamannya.

Kantor Berita Wafa melaporkan, penyerbuan ini terjadi di tengah seruan oleh apa yang disebut kelompok “Temple Mount,” pada pengikut mereka agar hadir di tempat yang merupakan  tempat tersuci ketiga bagi umat Islam hari ini, guna menandai hari raya Tisha B’av.

Hari raya tersebut menandai dugaan penghancuran dua kuil Yahudi lebih dari dua ribu tahun yang lalu.

Kelompok “Temple Mount” sendiri sebagai kelompok ekstrimis Yahudi yang berusaha untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa dan menggantinya dengan kuil Yahudi.

Koresponden WAFA mengatakan, kelompok pemukim ekstrimis Yahudi Israel yang dipimpin rabi ekstremis Israel Yehuda Glick memasuki tempat suci dalam kelompok mulai sekitar pukul 7:00 pagi waktu setempat.

Wafa mencatat, kelompok pemukim ekstrimsi Yahudi lain masih menunggu di dekat Gerbang Maroko untuk diizinkan secara bertahap masuk ke kompleks Al-Aqsa.

Para pemukim ekstrimis Yahudi dilaporkan terlibat bentrokan dengan sebagian jamaah Muslim Palestina yang mengadakan jaga malam di dalam kompleks Al-Aqsa dalam upaya menggagalkan serangan Israel ke situs suci tersebut.

Sebelumnya, pasukan pendudukan Israel menangkap dua warga Palestina di salah satu gerbang menuju kompleks tersebut. Keduanya belum teridentifikasi indentitasnya.

Polisi Israel juga memberlakukan pembatasan ketat pada masuknya warga Palestina menuju kompleks dan menempatkan pembatasan ketat pada masuknya jamaah Muslim ke kompleks Al-Aqsa selama kehadiran pemukim ekstrimis Yahudi di sana.

Penyerbuan ekstrimis Yahudi ke Al-Aqsa juga dilakukan di tengah ketengangan tinggi di kawasan tersebut setelah militer Israel melakukan agresi ke Gaza sejak Jumat sore kemarin hingga saat ini.

Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan, Ahad (7/8), sedikitnya 31 warga Palestina telah tewas, termasuk 6 anak-anak dan 4 wanita, dan 265 lainnya terluka sejak awal agres Israel di Gaza terbaru.

Sejak 2003, otoritas pendudukan Israel telah mengizinkan pemukim masuk ke kompleks hampir setiap hari, dengan mengesampingkan hari Jumat, hari istirahat dan ibadah umat Islam.

Dewan Wakaf Islam di bawah naungan otoritas Yordania yang bertanggung jawab atas tempat-tempat suci di Yerusalem, telah berulang kali menggambarkan kehadiran para pemukim ekstrimsi Yahudi di Masjid Al-Aqsa sebagai “gerakan provokatif.”

Dewan Wakaf menyebutkan, jamaah dan penjaga Palestina di Al-Aqsa merasa tidak nyaman dengan kehadiran polisi dan pemukim Israel yang berkeliling situs suci Islam tersebut.

Israel merebut Yerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsa berada, selama Perang Enam Hari pada 1967 dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.(T/R1/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)