Ratusan Pemukim Yahudi Serbu Al-Aqsha dengan Perlindungan Polisi Israel

Yerusalem, MINA – Ratusan pemukim ekstremis Yahudi menyerbu Masjid Al-Aqsa pada Selasa (15/10) pagi, dengan pengawalan ketat oleh polisi pendudukan Israel. Serbuan pemukim ini merupakan yang kedua pada hari yang disebut sebagai hari besar Yahudi.

Safa melaporkann, bahwa polisi pendudukan Israel membuka gerbang Maghribi pada pukul 07.30 waktu setempat, dan mengerahkan petugas keamanan dari unit khusus secara intensif di dalam Masjid Al-Aqsa dan di gerbang-gerbangnya, dan memperketat prosedur bagi masuknya jamaah Palestina ke masjid.

Menurut Departemen Wakaf Islam di Yerusalem, bahwa 250 pemukim menyerbu Masjid Al-Aqsa dalam beberapa kelompok secara berturut-turut, dan melakukan tur provokatif di halaman masjid dengan perlindungan keamanan yang tinggi.

Dia menjelaskan, bahwa pemandu Yahudi memberikan penjelasan kepada pemukim selama serbuan itu tentang ritual Talmud di dalam masjid.

Dia menunjukkan bahwa jumlah serbuan ke Al-Aqsa akan meningkat, mengingat seruan Yahudi yang berkelanjutan untuk melakukan serbuan besar-besaran ke masjid selama libur hari besar.

Polisi Israel memberlakukan pembatasan ketat pada masuknya orang-orang Palestina dari Yerusalem dan di dalam Masjid Al-Aqsa Palestina yang diduduki, dan memeriksa identitas pria dan wanita muda, dan menahan mereka di beberapa di pintu.

Perlu diketahui, bahwa apa yang disebut “Komunitas Kuil” sedang bersiap untuk menawarkan apa yang nanakan “persembahan tahta” di dalam Masjid Al-Aqsa, di mana sejumlah besar ekstremis berdiri di pintu masuk Gerbang Maghrabi, dengan membawa buah-buahan.

Apa yang disebut “Persatuan Organisasi Bait Suci”, yang terdiri dari 20 organisasi ekstremis Yahudi, juga mengintensifkan seruan kepada para pendukungnya dan masyarakat pemukim untuk berpartisipasi dalam serbuan besar-besaran ke Al-Aqsa bertepatan dengan hari raya itu.

Para pemukim dan petugas kepolisian Israel baru-baru ini meningkatkan serbuan dan pelanggaran terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa, menyerang para penjaga dan pengawalnya, dan melarang mereka berada masjid untuk periode yang berbeda-beda.

Masjid Al-Aqsa dihadapkan setiap hari (kecuali hari Jumat dan Sabtu) dengan serangkaian penggerebekan dan pelanggaran oleh para pemukim dan berbagai kekuatan pendudukan dalam upaya untuk memaksakan skema pembagian sementara dan spasial. (T/B05/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)