Yerusalem, MINA – Ratusan pemukim Yahudi menyerbu Masjid Al Aqsa yang diberkahi di Yerusalem pada hari Ahad (2/3) melalui Gerbang Maghribi, di bawah perlindungan polisi pendudukan Israel.
Para jamaah yang hadir di situs suci Islam tersebut melaporkan bahwa 548 pemukim melakukan tur provokatif dan melakukan ritual Talmud di halaman Masjid, khususnya di wilayah timur. Palestinian Information Center melaporkan.
Polisi pendudukan hari ini mengumumkan akses melalui Gerbang Mughrabi akan dibatasi pada periode pagi (dari pukul 7 pagi hingga 11 pagi) selama Ramadhan, yang berarti akan ditutup untuk penyerbuan malam di sore hari.
Para jamaah Palestina mengatakan penyerbuan ke Masjid harus dihentikan sepenuhnya selama Ramadhan dan waktu-waktu lainnya.
Baca Juga: Pejabat: Israel Usulkan Gencatan Senjata 40 Hari di Gaza untuk Pemulangan Sandera
“Masjid Al-Aqsa semata-mata untuk umat Islam dan tidak dapat dibagi,” mereka menambahkan.
Menurut laporan bulanan dari Kementerian Wakaf, para pemukim dan tentara pendudukan telah mengintensifkan serangan mereka terhadap Masjid Al-Aqsa, baik dari segi jumlah penyerbuan maupun jumlah pemukim, yang masuk dengan kedok pariwisata dan dengan perlindungan ketat dari pasukan pendudukan.
Laporan bulan Februari menunjukkan bahwa pendudukan dan para pemukimnya menyerbu Masjid Al-Aqsa sebanyak 20 kali.
Sejak dimulainya agresi Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat pada Oktober 2023, pasukan pendudukan telah memperketat pembatasan di gerbang Masjid Al-Aqsa dan pintu masuk ke yerusalem/">Kota Tua Yerusalem. []
Baca Juga: Idul Fitri: Hamas Kenang Keteguhan Hati Orang-Orang Hebat dan Perlawanan Heroiknya
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PRCS Temukan Jenazah 15 Personel Penyelamat yang Ditembaki Pasukan Israel