Ratusan Ribu Umat Islam Hadiri Tausyiah dan Dzikir Nasional 112

Suasana sekitar Masjid Istiqlal jakarta saat Dzikir dan Tausiyah Nasional 112. (Foto: FP Bela Quran)

 

Jakarta, 13 Jumadil Awwal 1438/11 Februari 2017 (MINA) – Ratusan ribu umat Islam dari berbagai daerah mengikuti acara Dzikir dan Tausiyah Nasional 112 di Masjid Istiqlal dan sekitarnya, Sabtu (11/2).

Hujan yang mengguyur Kota Jakarta sejak pukul 03.00 dini hari pun tak menyurutkan semangat mereka mengikuti rangkaian acara yang diinisiasi Forum Umat Islam (FUI) itu meski mereka rela berada di luar ruangan.

Sementara, di antara peserta aksi terlihat tokoh dan ulama Islam yakni Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab, Amin Rais, Hatta Rajasa, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar, KH Didin Hafidhuddin, Ustaz Arifin Ilham, dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta (Anies Baswedan- Sandiaga Uno) dan Agus Harimurti Bambang Yudhoyono-Sylviana, dan penyanyi religi Opick.

Sebagaimana pantauan MINA, acara Dzikir dan Tausiyah Nasional 112 dengan tema “Penerapan Al-Maidah 51: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Haram Pilih Pemimpin Kafir” tersebut diawali dengan shalat tahajud berjamaah serta shalat subuh berjamaah.

Menurut laporan wartawan MINA di Istiqlal, salat Subuh dipenuhi oleh jamaah hingga lantai lima masjid dan meluber hingga ke luar masjid. Daya tampung Masjid Istiqlal adalah lebih 200.000 orang.

Setelah itu peserta melaksanakan dzikir dan doa bersama dipimpin Ustaz Arifin Ilham.

Ustaz Arifin Ilham meminta umat Islam untuk bertobat dan bersabar. Menurut Arifin Ilham dengan bertobat dan bersabar, umat Islam akan menuju kemenangan. Doa ini membuat para peserta aksi tersentuh dan menangis.

Setelah Arifin menyampaikan pesan keagamaan, Aksi 112 di Istiqlal dilanjutkan dengan tausiyah dari Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia Zaitun Rasmin, KH Nasaruddin Umar, Amien Rais dan Habib Rizieq Shihab.

Dalam tausyiahnya itu, Habib Rizieq Shibab sempat menyampaikan pantun “Jalan-jalan ke Kota Solok, jangan lupa membeli rendang, jalan-jalan ke Padang Panjang, jangan lupa beli manisan, kalu si Ahok masih melenggang, kita perjuangkan sampai titik darah penghabisan.”

Aksi 112 dipusatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta. Ini setelah pemerintah melarang pengerahan massa ke jalan pada Sabtu, 11 Februari 2017. Pelarangan tersebut berdasarkan pertimbangan dari KPU DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bawaslu DKI Jakarta, Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya karena khawatir melanggar aturan pilkada tentang hari tenang pasca kampanye menjelang pemungutan suara. (L/Hrn/R01/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)