Ratusan Syuhada Masih Terjebak di Kompleks RS Al-Shifa

Tim pertahanan sipil Palestina sedang berupaya mengevakuasi korban agresi Israel di Jalur Gaza yang tertumbu reruntuhan bangunan menggunakan peralatan seadanya. (Photo: PIC)

Gaza, MINA – Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza Mahmoud Basal mengkonfirmasi, Jumat (29/3) bahwa pasukan pendudukan meledakkan rumah-rumah di sekitar kompleks Shifa.

Dia menunjukkan dalam pernyataan persnya bahwa ada ratusan syuhada di sekitar Kompleks Shifa, dan timnya tidak dapat menjangkau jenazah mereka untuk memulihkannya. Demikian PIC melaporkan.

Ia menyampaikan seruan kepada dunia: “Kita sangat membutuhkan ekskavator untuk dapat mengevakuasi jenazah dari bawah reruntuhan,” serunya.

“Kami menerima banyak permohonan evakuasi dari Kompleks Al-Shifa karena terus menerus menargetkan pendudukan sipil Palestina di sekitar RS,” lanjutnya.

Basal menegaskan, pendudukan menargetkan kru pertahanan sipil dan personel medis di rumah sakit.

“Pendudukan telah menargetkan peralatan dan kendaraan kami, dan kami kekurangan pasokan dan bekerja dengan jumlah minimum,” ungkapnya.

Baca Juga:  Abu Obeida: Netanyahu Pilih Bunuh Pasukannya daripada Ambil Kesepakatan

Dia mencatat bahwa pendudukan telah menghalangi masuknya peralatan khusus yang kami perlukan untuk menjalankan aktivitas kami selama bertahun-tahun.

Basal juga mengecam hubungan pendudukan dengan Pertahanan Sipil Palestina.

“Kami adalah partai sipil, namun pendudukan mengklasifikasikan kami sebagai teroris dan menargetkan kami,” ujarnya.

Dia menekankan, truk bantuan yang tiba di Jalur Gaza tidak memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan.

“Pendudukan ingin mempertahankan keadaan kacau yang menyertai jatuhnya bantuan,” lanjutnya. (T/R12/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: Habib Hizbullah

Editor: Widi Kusnadi