Refleksi Ramadhan: Jihad Bebaskan Al-Aqsha

Suasana sholat iedul Fitri di Kompleks Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Lampung, Jumat (15/6).

Bandar Lampung, MINA – Khotib Sholat Iedul Fitri ingatkan Umat Islam aplikasikan hasil tarbiyah Ramadhan dengan tidak diam dengan kezaliman Zionis Yahudi terhadap Masjid Al-Aqsha.

Hal ini dikatakan Abdullah Muthalib sebagai khotib Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1439 H di Lapangan Gaza, Komplek Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah, Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Jumat (15/6).

Ia mengatakan, orang yang menjalankan puasa Ramadhan sesuai dengan petunjuk dan contoh Rasulullah maka ia akan memperoleh predikat taqwa.

“Namun apakah semua itu cukup sampai di sini saja? Pantaskah kita hanya menikmati berbagai predikat yang kita dapatkan hanya untuk diri kita? Tentu tidak cukup sampai disini,” ujarnya.

Menurutnya, taqwa yang telah Allah hujamkan kepada diri seorang hamba tersebut menuntut aplikasi nyata. Yakni menjadi pribadi yang kokoh dalam menegakkan keadilan dan memerangi kedzaliman.

“Ditengah-tengah kedzaliman yang menimpa kita, ada satu hal lagi yang mengganjal, yakni hingga kini Masjid Al-Aqsha masih dalam cengkeraman Zionis Israel,” kata Abdullah yang juga Waliyul Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, dunia menunggu kiprah kaum muslimin yang dadanya dipenuhi taqwa. Palestina dan segenap negeri Islam lainnya tengah menanti tangan-tangan mulia yang dapat memberikan perlindungan kepada mereka.

Oleh karena itu, ia mengatakan kaum muslimin harus bangkit. Jangan lagi ada kebisuan menghantui kita ketika moncong senjata menghamburkan peluru menembus kepala saudara-saudara kita di Palestina dan negeri lainnya.

Jangan ada lagi teriakan pilu wanita muslimah yang kehormatannya dicabik-cabik tanpa ada aksi perlindnga dari muslimin yang lain. Dan Jangan ada lagi tangan-tangan kotor yang merusak kemuliaan Al-Aqsha. (L/ism/B01/P1).

Mi’raj News Agency (MINA).