Relawan MER-C di Gaza: Bahkan Suara Adzan Sudah Tidak Lagi Terdengar

Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, sebagai rumah sakit terbesar di Gaza bagian utara turut menangani hingga puluhan korban serangan Israel. (Foto: MER-C)

Gaza, MINA – Salah satu relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) M Fikri, mengatakan situasi terus memanas di Jalur Gaza, Palestina, tidak banyak aktivitas yang dapat dilakukan bahkan suara adzan sudah tidak lagi terdengar.

“Saat ini aktivitas warga tidak banyak yang bisa dilakukan, bahkan suara adzan sudah tidak pernah terdengar. Karena sudah ratusan ribu mereka mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti sekolahan milik PBB dan juga rumah sakit-rumah sakit, salah satunya juga Rumah Sakit Indonesia,” kata Fikri dalam laporanya, Ahad (15/10).

“Kemarin Jumat masyarakat Gaza yang berada di sekitar Rumah Sakit Indonesia juga melaksanakan shalat Jumat di Rumah Sakit Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga:  Saudi Tegaskan Tak Akan Normalisasi Tanpa Negara Palestina

Fikri mengatakan, sampai saat ini ia masih terus mendengar bom-bom yang dilancarkan Zionis Israel baik dari udara, darat dan laut yang mengakibatkan banyaknya korban berjatuhan. Masyarakat Gaza juga tengah mengalami krisis pangan listrik, dan air bersih.

“Saya sudah dua kali ke mini market semenjak perang ini terjadi. Banyak sekali rak-rak makanan yang sudah kosong. Dan tentunya saat ini obat-obatan terus menipis dikarenakan banyaknya korban yang terus berjatuhan,” ujarnya.

Ia berharap, gerbang perbatasan antara Mesir dan Gaza cepat dibuka agar bantuan-bantuan bisa cepat masuk dan tersalurkan kepada Masyarakat Gaza yang saat ini sedang membutuhkan.

“Mohon doakan kami juga Masyarakat Gaza selalu dalam lindungan Allah SWT dan doakan juga untuk kemerdekaan bangsa Palestina dalam waktu dekat,” tuturnya.

Baca Juga:  Militer Israel Akui Tidak Tercapai Kalahkan Hamas

Pasukan Israel melancarkan kampanye militer yang berkelanjutan dan kuat terhadap Jalur Gaza sejak satu pekan yang lalu sebagai tanggapan atas serangan militer kelompok Palestina Hamas di wilayah Israel.

Akibat operasi ini, lebih dari 1.300 orang termasuk 258 tentara Israel tewas dan lebih dari 3.300 orang terluka. Di Gaza, sedikitnya 2.215 orang syahid dan lebih dari 8.714 orang terluka. (L/R7/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: sri astuti

Editor: Widi Kusnadi